Wagub Sulteng Tekankan Pertambangan Harus Beri Manfaat bagi Masyarakat
- 22 Sep 2026 16:31 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan kekayaan sumber daya mineral yang dimiliki Sulawesi Tengah harus dikelola secara bertanggung jawab agar menjadi kekuatan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri Jambore Pertambangan Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Sriti Convention Hall Palu, Selasa 22 September 2026, dengan tema “Pertambangan Ramah Lingkungan untuk Generasi Mendatang dan Peradaban Berkelanjutan”.
Menurut Reny, besarnya potensi pertambangan di Sulawesi Tengah harus diikuti tanggung jawab bersama agar aktivitas pertambangan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Berdasarkan data per September 2026, terdapat 151 izin pertambangan mineral logam serta 293 izin mineral bukan logam dan batuan di Sulawesi Tengah.
“Kami sangat senang sekali ada tambang-tambang di Sulawesi Tengah, tetapi yang kami harapkan adalah manfaatnya juga dirasakan masyarakat, termasuk melalui penerimaan daerah dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Wakil Gubernur.
Ia menambahkan, besarnya potensi sekaligus tanggung jawab dalam memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata.
“Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi sekaligus besarnya tanggung jawab kita dalam memastikan kegiatan pertambangan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Reny juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan sektor pertambangan dengan perlindungan lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja.
“Jangan sampai setelah mereka membuat seperti itu, ke belakang hari berubah lagi seperti yang tidak kita harapkan. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan menjaga keadaan dari tambang ini sendiri,” ujarnya.
Reny menyebut Sulawesi Tengah masih menjadi daerah yang menarik bagi investor sehingga investasi pertambangan diharapkan memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tambang boleh selesai, sumber daya boleh berkurang, tetapi manfaat pembangunan harus tetap hidup. Masyarakat semakin sejahtera, lingkungan tetap terjaga, dan generasi mendatang menerima warisan pembangunan yang layak untuk dilanjutkan,” pungkasnya.
Jambore Pertambangan Sulawesi Tengah 2026 turut dihadiri unsur Kementerian ESDM, Forkopimda Sulawesi Tengah, kepala OPD terkait, serta siswa-siswi SMK Negeri 8 Geologi Pertambangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....