Gufran Ahmad: Kadin Harus Jadi Dinamisator Dunia Usaha di Daerah
- 17 Sep 2026 12:55 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah (Sulteng), Gufran Ahmad menegaskan Kadin harus mengambil peran lebih aktif sebagai penggerak dan penghubung dalam pengembangan dunia usaha di daerah.
Menurut Gufran, Kadin Sulteng harus menjadi jembatan antara peluang ekonomi dan pelaku usaha, sekaligus menjadi sistem pendukung penting bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan dunia usaha di Sulawesi Tengah.
"Kadin harus menjadi dinamisator dunia usaha, jembatan antara peluang dan pelaku usaha, serta support sistem bagi pemerintah daerah. Ketika pemerintah memiliki program, Kadin harus mampu menerjemahkan menjadi peluang bagi dunia usaha ketika investor datang," katanya saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengurus Kadin Sulteng periode 2026–2031 di Palu, Rabu, 16 September 2026.
Gufran mengatakan, Sulawesi Tengah memiliki sumber daya alam yang kaya dan posisi geografis yang strategis. Kondisi tersebut menjadi modal besar bagi daerah untuk berkembang sebagai salah satu poros ekonomi baru di Indonesia.
Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pengusaha lokal. Ia mengingatkan agar pengusaha lokal tidak hanya menjadi pemain cadangan ketika industri dan investasi berkembang.
“Kita ingin pengusaha lokal menjadi bagian dari pertumbuhan. Kita ingin mereka menjadi mitra industri, masuk dalam rantai pasok, UMKM mendapatkan pasar, tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan, dan peningkatan kompetensi, serta masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi,” ujar Gufran.
Gufran menegaskan, Kadin tetap mendukung investasi dari luar daerah maupun luar negeri. Sebab, kata dia, investasi dibutuhkan untuk menghadirkan modal, teknologi, pengalaman, jaringan pasar, dan kolaborasi dengan dunia usaha dari berbagai daerah dan negara.
Meski demikian, investasi yang masuk harus mampu membangun sistem ekonomi yang sehat. Pertumbuhan investor dan industri, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengusaha lokal serta terbukanya peluang bagi UMKM.
“Di sinilah posisi strategis Kadin Sulawesi Tengah. Kadin tidak boleh hanya sebatas menjadi organisasi yang menghadiri acara seremonial,” ujarnya.
Lebih lanjut, untuk mempercepat akselerasi ekonomi daerah, Gufran menyebut Kadin Sulteng membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari Kadin Indonesia serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurutnya, dukungan Kadin Indonesia dapat membuka akses yang lebih luas terhadap jejaring nasional dan internasional, investasi, teknologi, serta kemitraan dunia usaha.
Sementara itu, pemerintah daerah memiliki peran dalam menghadirkan kepastian regulasi, membuka ruang kebijakan, menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan menghadirkan program pembangunan yang dapat dikolaborasikan dengan dunia usaha.
Gufran mengatakan, ekosistem ekonomi yang sehat membutuhkan regulasi yang memberikan kepastian, perizinan yang pro-investasi, dunia usaha yang kompeten, tenaga kerja terampil, industri yang bertanggung jawab, serta masyarakat yang terbuka terhadap investasi.
“Jika seluruh elemen ini bergerak bersama, maka investasi akan tumbuh, usaha berkembang, lapangan pekerjaan tercipta, pendapatan masyarakat meningkat, dan akhirnya kesejahteraan masyarakat menjadi ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi kita,” katanya.
Gufran berharap lima tahun ke depan menjadi momentum untuk membangun Kadin Sulteng yang lebih terbuka, kompetitif, kolaboratif, dan berprestasi, sekaligus mendorong pengusaha lokal naik kelas serta memperkuat manfaat investasi bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....