Kadin Parigi Moutong Siap Dukung Target Sulteng Jadi Raja Durian Dunia

  • 26 Agt 2026 19:19 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyatakan siap mengambil bagian dalam mewujudkan target Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi "raja durian dunia".

"Kadin Parigi Moutong siap menjadi penghubung antara pemerintah, petani, pelaku usaha, investor, perbankan, hingga pasar internasional untuk memperkuat ekosistem komoditas durian," kata Ketua Kadin Parimo Faradiba Zaenong di Palu, Rabu, 26 Agustus 2026.

Faradiba mengatakan, target menjadi raja durian dunia tidak cukup hanya diwujudkan melalui peningkatan produksi dan volume ekspor ke pasar global, tetapi harus dibarengi dengan penguatan industri durian dari hulu hingga hilir.

“Menjadi Raja Durian berarti mampu menguasai nilai, itu yang paling pertama. Kita sudah membuka pintu pasar China. Itu sebuah awal yang sangat baik tetapi jangan sampai kita berhenti sebagai daerah penghasil bahan baku,” ujarnya.

Kabupaten Parigi Moutong, kata dia, merupakan salah satu sentra penghasil durian terbesar di Sulawesi Tengah. Produk durian dari daerah tersebut juga telah menjadi bagian dari komoditas yang menembus pasar ekspor, termasuk Tiongkok.

Olehnya, Faradiba melanjutkan, pengalaman tersebut perlu dikembangkan lebih jauh agar Sulawesi Tengah tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi mampu menguasai nilai tambah dari komoditas durian.

"Pengembangan industri durian perlu mencakup penyediaan bibit unggul, peningkatan produktivitas kebun, teknologi, standar kualitas, packing house, cold storage, pengolahan, sertifikasi, hingga pemasaran global," sebut dia.

Menurutnya, konsistensi kualitas dan keamanan pangan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan di pasar internasional. Standar tersebut harus dijaga sejak buah berada di kebun hingga sampai ke tangan konsumen.

“Karena pada akhirnya konsumen tidak hanya membeli buah. Konsumen China membeli rasa, kualitas, kepercayaan dan cerita,” tuturnya.

Selain penguatan produksi dan kualitas, Kadin Parimo mendorong investasi untuk membangun industri pengolahan durian di Sulawesi Tengah. Investasi diharapkan tidak hanya mengambil bahan baku, tetapi turut membawa teknologi, modal, akses pasar, dan membangun industri di daerah.

“Petani kita mendapatkan kepastian pasar. Masyarakat mendapatkan lapangan kerja, UMKM mendapatkan ruang tumbuh, dan daerah mendapatkan nilai tambah,” ujar Faradiba.

Ia menegaskan target raja durian dunia juga harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan, investasi, industri, lapangan pekerjaan, dan peningkatan kesejahteraan petani. Untuk itu, Kadin Parimo mendorong kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan pihak lainnya.

“Kadin tidak bisa berdiri sendiri, pelaku usaha tidak bisa berdiri sendiri, begitu juga petani. Ini harus ada kolaborasi dan dipimpin oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” tutur Faradiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....