Kemarau Panjang, Wawali Palu Minta Warga Tidak Bakar Sampah
- 16 Sep 2026 06:20 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan.
Imelda mengatakan curah hujan di Kota Palu yang relatif rendah membuat kondisi lingkungan menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.
“Khususnya untuk di Kota Palu ini yang kita khawatirkan karena curah hujannya juga sangat sedikit. Ini kita harapkan masyarakat tidak membakar sampah sembarangan,” ujarnya Selasa, 15 September 2026.
Selain pembakaran sampah, Imelda mengingatkan masyarakat yang merokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang masih menyala dinilai menjadi salah satu pemicu kebakaran, terutama pada kondisi lingkungan yang kering.
“Puntung-puntung rokok itu yang sebenarnya paling banyak memicu kebakaran. Jadi diharapkan kepada masyarakat yang merokok untuk dimatikan dengan cara yang benar,” ucapnya.
Menurut Imelda, risiko kebakaran semakin besar ketika kondisi kering disertai angin kencang. Api yang muncul di lahan terbuka dapat dengan cepat menjalar dan meluas apabila tidak segera diketahui dan ditangani.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palu juga mendorong aparat kelurahan meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing. Lurah diharapkan aktif berkeliling sehingga potensi kebakaran lahan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
“Diharapkan lurah itu sering berkeliling, memantau keadaan wilayah masing-masing sehingga mereka bisa mendeteksi lebih dini ketika ada, terutama kebakaran lahan. Kebakaran lahan yang paling banyak karena angin kencang bisa menyebabkan cepatnya api menjalar,” ujarnya.
Imelda berharap kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat di lapangan. Masyarakat juga perlu berperan aktif dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran selama kondisi cuaca masih kering.
Selain ancaman kebakaran, Imelda mengingatkan masyarakat Kota Palu tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana lain, termasuk gempa bumi. Edukasi dan pemahaman mengenai mitigasi bencana dinilai penting agar masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....