Pemkot Palu Perkuat Kesiapsiagaan dan Ketahanan Daerah Hadapi Bencana
- 15 Sep 2026 15:36 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu terus memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan daerah dalam menghadapi risiko bencana alam. Hal itu diperkuat melalui pelaksanaan Seminar Awal Penyusunan Dokumen Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kota Palu tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu, Selasa, 19 September 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly Tampubolon. Seminar yang diinisiasi oleh BPBD Kota Palu tersebut diikuti oleh sejumlah perwakilan instansi terkait baik tingkat daerah maupun vertikal, serta unsur media.
Wakil Wali Kota Palu Imelda menyampaikan, IKD Kota Palu tahun 2025 mencapai angka 0,74 yang berada pada kategori sedang. Angka tersebut juga menjadikan IKD Kota Palu menjadi yang tertinggi dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Meski demikian, menurutnya angka tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mencapai kategori tinggi minimal 0,80. Terlebih, Kota Palu masih menghadapi ancaman bencana yang tergolong tinggi, sementara Indeks Risiko Bencana berada pada kategori sedang dengan nilai 136,12.
"Apabila Indeks Ketahanan Daerah terus meningkat, maka Indeks Risiko Bencana di Kota Palu akan terus menurun yang mencerminkan Kota Palu semakin menuju kota yang tangguh bencana," ucapnya.
Sebelumnya, pada periode 2015–2020, indeks risiko bencana Kota Palu berada pada kisaran 165 hingga 181,2, yang kemudian berhasil diturunkan menjadi 136,12 pada tahun 2025. Menurut Imelda, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kapasitas serta ketahanan Kota Palu terhadap bencana.
"Marilah kita meningkatkan koordinasi dan konsolidasi kekuatan kita masing-masing untuk bersama-sama saling mendukung program-program kebencanaan," ucap Wakil Wali Kota Palu.
Imelda menambahkan, berbagai upaya penanggulangan bencana memiliki keterkaitan erat dengan berbagai capaian pembangunan di seluruh sektor, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, hingga keamanan dan kenyamanan. Karena itu menurutnya sangat penting untuk terus melakukan penguatan terhadap sektor penanggulangan bencana.
"Untuk itulah kita harus meningkatkan ketangguhan Kota Palu agar dapat menurunkan berbagai bentuk dampak bencana yang disebut dengan risiko bencana," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Palu juga menyebut bahwa saat ini pemerintah Kota Palu akan menyusun dokumen risiko bencana yang baru dengan melibatkan seluruh unsur pentahelix di Kota Palu. Dokumen tersebut nantinya dapat memberikan gambaran terbaru mengenai pemetaan risiko dan bahaya bencana yang terdapat di wilayah Kota Palu, sehingga dapat menjadi acuan bersama dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
"Melalui dokumen-dokumen tersebut akan terbangun kesatuan gerakan partisipatif semua stakeholder dalam rangka penanggulangan bencana," ucapnya.
Sementara itu, Kalak BPBD Kota Palu Presly Tampubolon menjelaskan, dalam meningkatkan nilai IKD Kota Palu masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pemenuhan tujuh sasaran prioritas IKD dengan total 71 indikator dan 284 item objek penilaian. Tujuh sasaran prioritas tersebut diantaranya, perkuatan kebijakan dan kelembagaan, Pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, pengembangan sistem informasi, diklat, dan logistik, penanganan tematik kawasan rawan bencana, peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana, penguatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, dan pengembangan sistem pemulihan bencana.
"Masih ada beberapa sasaran prioritas yang lemah dam inilah yang menjadi tugas berat kita bersama dengan semua lintas OPD dan mitra sehingga penanganan terhadap sasaran yang masih lemah ini bisa ditingkatkan," ucap Presly.
Ia menegaskan IKD bukan hanya sekadar angka, melainkan menjadi dokumen penting dalam penilaian progres ketahanan daerah dalam konteks kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Selain itu IKD juga menjadi cerminan terhadap kesiapsiagaan dan ketahanan daerah dalam menghadapi bencana alam.
Presly menambahkan, selain kesiapan pemerintah dalam upaya penanggulangan kebencanaan, kesiapan masyarakat juga sangat penting dalam mewujudkan kota yang tangguh akan bencana. Menurutnya kepedulian pemerintah terhadap kesiapan dalam penanggulangan bencana perlu melibatkan seluruh pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga media (Pentahelix).
"Dia harus ada pemerintahnya, ada dunia usaha, ada masyarakat, ada perguruan tinggi, ada juga media massa. Nah, ini semua harus berkolaborasi semua lini pentaheliks ya seperti itu," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....