Pemkot Palu Dorong Riset Akademik Jadi Dasar Kebijakan Ekonomi
- 05 Okt 2026 15:58 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu mendorong penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi agar hasil penelitian dan kajian akademik dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kota Palu Ahmad Rijal Arma saat menghadiri Tadulako International Conference on Economics and Business (TICEB) 2026 di Hotel Best Western Palu, Senin, 5 Oktober 2026.
Ahmad Rijal mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan akademisi dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penggunaan data dan hasil kajian diperlukan dalam berbagai program pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan, revitalisasi pasar, dan pemberian insentif investasi.
“Pemerintah Kota Palu sangat menghargai kontribusi para peneliti dan ekonom. Dalam menyusun berbagai program seperti pengentasan kemiskinan, revitalisasi pasar, maupun pemberian insentif investasi, kami mengedepankan data dan hasil kajian dari institusi akademik seperti FEB Universitas Tadulako,” ucapnya.
Ia menilai TICEB 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah. Forum tersebut juga menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, pelaku usaha, serta delegasi internasional dari sejumlah negara.
“Forum akademik bertaraf internasional seperti ini menunjukkan komitmen visioner dalam menjembatani kecerdasan akademik dengan perumusan kebijakan publik yang nyata,” ujarnya.
Ahmad Rijal mengatakan tantangan ekonomi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika geopolitik global, dan meningkatnya tuntutan terhadap pembangunan berkelanjutan. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan pemerintah dan pelaku ekonomi untuk beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung cepat.
Di Kota Palu, perkembangan ekonomi juga didukung oleh sektor informal, kemampuan adaptasi tenaga kerja, khususnya generasi muda, serta peran UMKM. Pemerintah daerah menilai penguatan sektor-sektor tersebut perlu didukung kebijakan yang berbasis data dan kajian sehingga program yang disusun lebih sesuai dengan kondisi daerah.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, forum seperti TICEB diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama konkret.
Pemerintah Kota Palu juga membuka peluang kolaborasi dengan akademisi, delegasi internasional, investor, dan pelaku industri dalam penelitian, pertukaran teknologi, serta pengembangan usaha berkelanjutan. Sejumlah sektor yang dapat dikembangkan antara lain ekowisata, industri kreatif, serta pengolahan hasil pertanian dan kelautan.
Penguatan kemitraan dengan UMKM dan koperasi lokal juga dinilai penting, terutama untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperkuat daya saing produk daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga TICEB 2026 tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga melahirkan kolaborasi dan rekomendasi konkret yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi Kota Palu dan daerah lainnya,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....