Respons Cepat Bencana, BPBD Parimo Pasang Geobag dan Salurkan Air Bersih
- 06 Okt 2026 07:14 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parimo — BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan penanganan darurat terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah, Senin 5 Oktober 2026. Penanganan dilakukan secara bersamaan untuk merespons bencana banjir di Kecamatan Toribulu dan Kecamatan Kasimbar, serta dampak kekeringan yang masih terjadi di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong.
Di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, penanganan dilakukan melalui normalisasi saluran pembuang serta pemasangan geobag pada bagian tebing sungai yang terdampak. Bahan banjiran berupa geobag tersebut merupakan dukungan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu.
"Geobag kami gunakan untuk memperkuat tebing sungai dan mengurangi risiko erosi maupun kerusakan lanjutan akibat arus air," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, dalam keterangannya.
Sementara itu, di Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, penanganan banjir terus dilakukan melalui normalisasi sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlancar aliran air dan meningkatkan kapasitas tampung sungai.
"Normalisasi ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi luapan yang dapat kembali menggenangi permukiman dan lahan masyarakat," tambahnya.
Untuk di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong, Tim Gabungan juga terus melaksanakan penanganan darurat terhadap dampak kekeringan sekaligus siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Posko siaga di dua kecamatan masih beroperasi yang disertai dengan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BPBD Parigi Moutong dalam merespons berbagai dampak bencana secara cepat. Penanganan ini disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan spesifik masyarakat di setiap wilayah.
Penanganan banjir difokuskan pada pengurangan risiko genangan, pemulihan fungsi saluran dan sungai, serta perlindungan infrastruktur dan permukiman. Sementara itu, penanganan kekeringan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....