Peringati Hari Kunjung Perpustakaan, Dispusaka Sulteng Gelar Festival Literasi
- 14 Sep 2026 15:12 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah kembali menghadirkan Festival Literasi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman kantor Dispusaka Sulteng, Kota Palu selama dua hari 14-15 September 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan pameran hasil karya Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Dinas Perpustakaan se-Sulawesi Tengah. Selain itu Festival Literasi 2026 juga dirangkaikan dengan beragam kegiatan, diantaranya lomba bertutur tingkat SD, lomba resensi buku tingkat SMA/SMK, lomba video konten, serta pameran perpustakaan 13 Kabupaten/kota.
Kepala Dispusaka Sulawesi Tengah, Siti Rachmi Amir Singi mengatakan, Festival Literasi merupakan bagian dari agenda tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dalam menyemarakkan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September.
"Kami ingin untuk supaya semua Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Sulteng berperan dalam pengembangan perpustakaan untuk pengembangan sumber daya manusia," ucapnya.
Menurutnya melalui semangat Berani Cerdas, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan inovasi dan kreativitas dari masing-masing daerah. Festival Literasi juga menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan minat terhadap buku dan berbagai aktivitas literasi.
"Dengan semangat Berani Cerdas kita laksanakan kegiatan ini dengan menumbuhkan inovasi dan kreativitas dari masing-masing kabupaten kota," ucap Kepala Dispusaka Sulteng.
Dalam kesempatan itu Siti menyebut Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sulawesi Tengah tahun 2025 yang diterbitkan pada 2026 berada di angka 30,54. Angka tersebut berbeda jauh dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai 70,65.
Siti menjelaskan, perbedaan tersebut bukan terjadi karena menurunnya capaian IPLM daerah, melainkan karena Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menerbitkan instrumen penilaian baru di tengah proses penilaian. Hal itu yang kemudian menjadi salah satu penyebab IPLM Sulawesi Tengah menurun, karena instrumen baru tersebut harus dipenuhi dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan.
"Instrumen baru ini harus kami penuhi dalam waktu kurang lebih 3 bulan dan memang agak kesulitan di kami, Perpusnas juga mengakui kesalahan penerbitannya itu di tengah proses penilaian," ucapnya.
Sebagai upaya mendorong agar IPLM mampu mencapai rata-rata nasional Dispusaka Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kinerja. Hal itu mencakup penguatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta akreditasi perpustakaan sekolah.
"Kinerja itu sumber daya manusianya harus disiapkan, kemudian sarana prasarananya juga harus disiapkan, dan juga yang paling penting keikutsertaan perpustakaan-perpustakaan sekolah yang harus terakreditasi," ucap Kepala Dispusaka Sulteng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....