Zein Abdillah Bawa Parigi Moutong Juara Lomba Bertutur Tingkat Sulawesi Tengah
- 16 Sep 2026 11:07 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Prestasi literasi kembali ditorehkan Kabupaten Parigi Moutong di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Zein Abdillah, siswa SD Muhammadiyah Pelawa, berhasil meraih Juara 1 Lomba Bertutur tingkat sekolah dasar se-Sulawesi Tengah melalui cerita rakyat Bomban Tallu.
Prestasi tersebut diraih dalam Festival Literasi Sulawesi Tengah 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Selasa 15 September 2026. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan.
Pencapaian Zein tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam menyampaikan cerita, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana cerita rakyat dapat menjadi media untuk mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda.
Bunda Literasi Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, yang turut mendampingi kontingen daerah, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, kemampuan membaca dan bertutur memiliki peran lebih luas dalam membentuk karakter anak.
“Prestasi ananda Zein Abdillah adalah bukti nyata potensi besar anak-anak Parigi Moutong. Membaca dan bertutur bukan sekadar mengolah kata, melainkan cara menanamkan nilai moral, budaya, serta membangun karakter generasi muda yang cerdas,” tutur Hestiwati Nanga.
Pesan serupa disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido saat menutup Festival Literasi Sulawesi Tengah 2026. Ia mendorong keluarga menjadikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan yang dibangun sejak dari rumah.
“Dari laporan yang saya terima, pengguna IPUS sudah cukup banyak. Oleh karena itu, saya berharap anak-anak kita, para pelajar maupun masyarakat Sulawesi Tengah dapat memanfaatkan IPUS ini. Sebelum tidur kita bacakan dongeng, saat belajar kita dampingi. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujar Reny.
Selain menutup kegiatan, Reny juga meluncurkan aplikasi perpustakaan digital IPUS Sulteng yang mengusung tema “Literasi Bermartabat, Perpustakaan Berdaya: Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso”.
Menanggapi hal tersebut, Hestiwati menekankan bahwa budaya literasi tidak semestinya hanya tumbuh ketika anak mengikuti perlombaan. Keluarga, menurutnya, menjadi lingkungan pertama yang menentukan kebiasaan membaca anak.
“Literasi tidak boleh berhenti di panggung perlombaan. Rumah adalah pondasi utamanya. Saya mengimbau seluruh orang tua di Parigi Moutong untuk membiasakan anak-anak membaca sejak kecil serta memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah hingga platform digital seperti IPUS Sulteng demi menyiapkan masa depan Parigi Moutong yang jauh lebih maju,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....