36 Kades Morowali Utara Dilantik, Diharakan Rangkul Semua Warga
- 12 Sep 2026 13:09 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Morowali Utara - Sebanyak 36 kepala desa hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Morowali Utara resmi dilantik Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi. Bupati meminta kepala desa yang baru dilantik membangun dan melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik saat Pilkades.
Pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Rabu, 9 September 2026, ditandai dengan pemasangan tanda jabatan dan pembacaan Pakta Integritas. Ke-36 kepala desa tersebut merupakan bagian dari 52 kepala desa yang mengikuti Pilkades serentak pada 22 Juli 2026.
Bupati Delis mengatakan, setelah seluruh tahapan Pilkades berakhir, perbedaan politik harus dihentikan dan kepala desa harus kembali menjalankan fungsi sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, kepala desa harus mampu mengayomi seluruh warga di wilayahnya tanpa membedakan latar belakang pilihan saat pemilihan.
“Pemilihan kepala desa telah selesai, perbedaan politik juga telah selesai. Tugas kepala desa membangun seluruh masyarakat desa tanpa memandang perbedaan yang ada selama kontestasi Pilkades,” ucap Delis.
Ia meminta kepala desa tidak menempatkan diri sebagai penguasa, melainkan sebagai pelayan masyarakat. Sikap tersebut dinilai penting agar kepala desa mampu menjalankan amanah dan memenuhi harapan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan.
“Dalam berbagai kesempatan saya selalu menyampaikan pemimpin adalah pelayan. Kita semua ini, saya bersama pak Wabup, pak Sekda, seluruh aparatur sipil negara, adalah pelayan masyarakat,” ujarnya.
Delis juga mengingatkan para kepala desa untuk segera membenahi dan memverifikasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN. Menurutnya, akurasi data menjadi penting agar program pemerintah dan bantuan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima.
“Kalau data kita tidak benar dan sasaran penerima manfaat kita tidak benar, maka sia-sia program kita karena tidak menyasar orang-orang yang sebenarnya berhak menerima manfaat atau menerima program ini,” kata Delis.
Selain pelayanan masyarakat dan pembenahan data, Delis meminta kepala desa turut menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif di wilayah masing-masing. Menurutnya, investasi telah memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah dan perlu diikuti dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Delis menyebut pendapatan asli daerah atau PAD Morowali Utara meningkat dari sekitar Rp49 miliar pada 2021 menjadi sekitar Rp180 miliar saat ini. Ia menilai peningkatan tersebut tidak terlepas dari masuknya investasi di daerah, terutama pada sektor pertambangan.
“Jadi dampak masuknya investasi besar sekali. Mari kita ciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif di desa masing-masing sehingga memberikan kontribusi bagi pembangunan desa dan daerah Morut yang kita cintai,” ujar Delis.
Namun, Delis mengakui kondisi industri juga menghadapi tantangan, termasuk dampak pengurangan karyawan PT Gunbuster Nickel Industry atau GNI setelah dua dari tiga smelter tidak beroperasi. Ia berharap kondisi tersebut dapat segera pulih sehingga aktivitas industri kembali berjalan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Kepada para kepala desa yang baru dilantik, Delis berpesan agar amanah masyarakat diwujudkan melalui pembangunan desa yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Ia juga mengharapkan para kepala desa mampu menjalankan pemerintahan desa dengan mengedepankan pelayanan dan kepentingan seluruh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....