Wabup Morut Minta RAD Pangan dan Iklim Jadi Acuan Pembangunan

  • 18 Sep 2026 14:32 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Morowali Utara - Wakil Bupati Morowali Utara Djira K. meminta Dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL) serta Rencana Aksi Daerah Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (RAD-MAPIK) menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal itu disampaikan saat membuka Seminar Akhir penyusunan kedua dokumen tersebut di Ruang Tepotowoa Bappelitbangda Morowali Utara, Kamis, 17 September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyusunan arah pembangunan daerah periode 2026-2030. Dokumen yang disusun diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan gizi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi dampak perubahan iklim.

"Dokumen ini harus menjadi pedoman dan acuan bersama dalam menyusun program, prioritas, kebijakan, serta penganggaran pembangunan daerah selama periode 2026-2030," kata Djira.

Menurutnya, penyusunan kedua dokumen tersebut tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Rencana aksi yang telah dirumuskan harus diterjemahkan ke dalam program dan kebijakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Djira mengatakan Morowali Utara memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan hingga sumber daya pesisir dan perairan. Potensi tersebut perlu dikelola untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Petani harus mendapatkan manfaat yang lebih besar dari hasil produksinya. Nelayan harus mendapatkan manfaat dari kekayaan perairan yang dikelolanya. Pelaku UMKM pangan juga harus mendapatkan ruang untuk berkembang," ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan pangan tidak hanya diukur dari besarnya produksi yang dihasilkan. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, aman, beragam, bergizi, dan terjangkau.

Selain isu pangan dan gizi, Djira mengingatkan pentingnya kesiapan daerah menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, perubahan pola musim dan kondisi cuaca dapat berdampak pada produktivitas pertanian, ketersediaan pangan, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Menjaga alam bukanlah hambatan bagi pembangunan. Justru pembangunan yang menjaga alam adalah investasi untuk keberlanjutan pembangunan itu sendiri," ucapnya.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah mengintegrasikan rencana aksi yang telah disusun ke dalam tugas dan fungsi masing-masing. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar program pembangunan berjalan selaras dan tidak dilakukan secara parsial.

"Saya meminta kepada seluruh perangkat daerah agar mencermati seluruh rencana aksi yang telah disusun dan mengintegrasikannya ke dalam tugas dan fungsi masing-masing," katanya.

Djira juga menekankan pentingnya indikator yang jelas, target yang terukur, serta monitoring dan evaluasi secara berkala dalam implementasi dokumen tersebut. Evaluasi diperlukan untuk mengukur capaian program sekaligus menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan.

Seminar akhir tersebut dihadiri Kepala Bappelitbangda Morowali Utara Gerzom Tandi, sejumlah pejabat perangkat daerah, para camat, serta perwakilan pemerintah kecamatan se-Kabupaten Morowali Utara. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim narasumber dari SMART ID Malang terkait penyusunan RAD-PGBPSDL dan RAD-MAPIK.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....