KPID Sulteng Ajak Masyarakat Kembali Mendengarkan Radio
- 12 Sep 2026 07:27 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Andi Kaimuddin, mengajak masyarakat kembali menjadikan radio sebagai salah satu sumber informasi di tengah semakin banyaknya pilihan media digital. Menurutnya, radio masih memiliki fungsi penting, terutama dalam menyampaikan informasi yang telah melalui proses produksi dan verifikasi.
Andi mengatakan anggapan bahwa masyarakat sudah meninggalkan radio tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, keberadaan radio masih terlihat dari jumlah lembaga penyiaran yang menggunakan frekuensi dan tetap bertahan hingga saat ini.
"Kalau saya melihat sampai saat ini, orang masih mendengarkan radio. Meskipun secara kasat mata mungkin terlihat hanya pada situasi-situasi tertentu, misalnya ketika orang berkendara," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu, 9 September 2026.
Ia menilai kebutuhan terhadap radio semakin terlihat ketika masyarakat berada dalam situasi darurat. Pengalaman bencana di Sulawesi Tengah pada 2018 menjadi salah satu contoh ketika radio tetap dapat berfungsi saat jaringan internet, telepon, dan komunikasi lainnya mengalami gangguan.
Menurutnya, saat bencana tersebut RRI bahkan menyiarkan informasi kebencanaan hingga 24 jam dan membantu mempertemukan masyarakat dengan keluarganya. Kondisi itu menunjukkan radio masih memiliki fungsi yang dibutuhkan masyarakat ketika akses terhadap layanan komunikasi lain terputus.
Andi juga mengajak masyarakat memanfaatkan radio sebagai salah satu rujukan informasi yang terpercaya. Menurutnya, informasi yang disiarkan lembaga penyiaran terlebih dahulu melalui proses produksi sehingga dapat membantu masyarakat menghindari informasi yang tidak benar.
"Mari kita kembali menonton televisi dan mendengarkan radio," kata Andi. Ia menilai langkah tersebut juga penting untuk membantu pemerintah dan masyarakat mencegah penyebaran informasi bohong atau hoaks.
Di tengah perkembangan digital, Andi menilai masyarakat tidak perlu memilih antara radio dan platform digital. Menurutnya, kedua saluran tersebut dapat berjalan bersama karena radio saat ini juga telah beradaptasi melalui streaming, podcast, media sosial, dan aplikasi digital.
Ia berharap radio, khususnya RRI, tetap mempertahankan siaran berbasis frekuensi sekaligus memperkuat kehadirannya di platform digital. Menurut Andi, kombinasi tersebut penting agar radio tetap dapat menjangkau masyarakat sekaligus mempertahankan fungsi penyiarannya di tengah perubahan perilaku konsumsi informasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....