Gubernur Sulteng Dorong Percepatan Geopark Danau Poso
- 04 Sep 2026 08:59 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si mendorong percepatan pembentukan Geopark Danau Poso setelah menerima audiensi Aliansi Penjaga Danau Poso, aktivis, dan ilmuwan pencinta lingkungan di ruang kerja Gubernur Sulteng, Kamis 3 September 2026. Pertemuan tersebut membahas langkah strategis agar Danau Poso dapat segera bergerak menuju status geopark nasional.
Rombongan yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Muhammad Nur Sangadji, DEA menyampaikan bahwa salah satu langkah paling mendesak adalah pembentukan badan pengelola geopark di Kabupaten Poso. Gubernur Anwar Hafid menyatakan akan mendorong komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Poso, termasuk mempertemukan pihak-pihak terkait untuk membahas percepatan pembentukan badan pengelola.
“Saya undang Bupati supaya kita bentuk secepatnya tim geopark.” Sebanyak 24 situs juga disebut telah memiliki SK sebagai dasar awal pengembangan geopark, sementara tahapan berikutnya adalah pembentukan badan pengelola yang ditetapkan melalui SK Bupati Poso,"ungkap Nur Sangadji.
Dalam audiensi, para peserta menjelaskan bahwa geopark bukan semata-mata membatasi aktivitas masyarakat, melainkan menjaga kawasan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat dan tokoh adat dinilai penting, termasuk melalui penguatan kembali nilai-nilai adat untuk mendukung pelestarian lingkungan.
“Kalau geopark dibuat masyarakat menjadi lebih baik, saya kira tidak ada yang bisa menolak untuk itu,” demikian salah satu pandangan yang disampaikan dalam pertemuan.
Pengembangan geopark juga mencakup tiga unsur, yakni geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity yang menghubungkan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya masyarakat. Danau Poso dinilai memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang besar, termasuk perannya dalam sistem kelistrikan di Sulawesi serta potensi sidat yang memiliki siklus hidup dari laut hingga perairan darat.
“Danau Poso ini semuanya adalah kehidupan bagi seluruh masyarakat di Sulawesi,” ungkap salah satu peserta audiensi.
Peserta juga menyampaikan bahwa proses pengembangan geopark telah berlangsung cukup panjang dengan keterlibatan tim ahli sejak 26 Maret 2021. Karena itu, momentum pertemuan dengan pihak UNESCO di Jakarta dinilai dapat menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali proses tersebut sekaligus memperoleh referensi mengenai pengembangan geopark di berbagai daerah dan negara.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan dukungannya terhadap upaya menjadikan Danau Poso sebagai geopark sekaligus mendorong perlindungan ekosistem danau.
“Ini perlu kita lestarikan bersama,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga telah menempatkan Danau Poso sebagai kawasan strategis provinsi melalui peraturan daerah dan mengusulkannya kepada pemerintah pusat sebagai kawasan strategis nasional agar mendapat dukungan, termasuk pembiayaan APBN.
“Insyaallah ini menjadi concern saya. Saya kira kita merealisasikan sehingga mudah-mudahan Danau Poso semakin berjaya ke depan dan juga bisa memberikan kehidupan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....