FKTT Sulteng Targetkan Penghijauan Kembali Area Bukaan Tambang

  • 22 Sep 2026 13:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan pengembalian kondisi hijau pada area-area bukaan tambang yang belum dihijaukan dalam dua tahun ke depan sebagai bagian dari upaya mengurangi beban lingkungan akibat aktivitas pertambangan.

Ketua FKTT Sulteng M. Najmi Ar Ramadan mengatakan penghijauan kembali lahan yang telah dieksploitasi menjadi salah satu hal yang didorong kepada para Kepala Teknik Tambang (KTT) di daerah ini.

"Yang kita dorong adalah bagaimana tanah yang sudah kita eksploitasi beban lingkungan harus kita hijaukan kembali. Itu adalah target kita. Saya sebagai ketua forum mendorong pengembalian area-area bukaan yang belum hijau dihijaukan," kata Najmi di sela-sela kegiatan Jambore Pertambangan Sulawesi Tengah 2026 di Palu, Selasa, 22 September 2026.

Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan kesadaran dan keterlibatan KTT untuk bersama-sama memperbaiki pengelolaan pertambangan, khususnya dalam aspek lingkungan.

Najmi mengatakan konsolidasi para KTT melalui forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan dan mendorong anggota agar melakukan perbaikan apabila masih terdapat hal-hal yang belum sesuai.

"Terus bagaimana kami melihat KTT ini sudah mulai memiliki kesadaran terhadap (masalah), 'ayo kita perbaiki' kata kawan-kawan kita bisa perbaiki. Makanya kita harus turun rembuk di sini," ujarnya.

Ia mengatakan KTT memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kegiatan pertambangan dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, FKTT juga mendapat dukungan dari pemerintah, berbagai pihak lainnya.

Terkait dampak aktivitas pertambangan terhadap kesehatan masyarakat, Najmi mengatakan pihaknya ingin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurut dia, perusahaan pertambangan pada dasarnya telah memiliki fasilitas kesehatan internal dan pertolongan pertama untuk mendukung keselamatan pekerja.

Namun, untuk aspek eksternal, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah pertambangan, FKTT mendorong agar program kesehatan perusahaan dapat bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

"Sebenarnya kami ingin berkolaborasi dengan pemerintah. Kalau konteksnya internal benar, kami memiliki klinik internal, memiliki first aid untuk menjaga keselamatan. Tapi dalam konteks eksternal, inilah yang kita coba kolaborasi untuk membantu negara untuk memberikan kesehatan kepada masyarakat sekitar," katanya.

Di samping itu, dalam penyelesaian persoalan lingkungan, ia menilai seorang KTT harus memiliki kemampuan untuk menerjemahkan prinsip good mining practices atau praktik pertambangan yang baik ke dalam pengelolaan operasional perusahaan.

"Kalau KTT-nya enggak visioner, enggak mampu untuk menerjemahkan good mining practices. Tapi kalau dia visioner, dia memang memahami urusan teknis sosial, saya yakin dia akan bertarung di manajemen internalnya untuk melakukan hal-hal tersebut," ujar Najmi.

Oleh sebab itu, konsolidasi melalui FKTT juga diarahkan untuk saling mengingatkan dan memberikan pendampingan kepada anggota apabila menghadapi persoalan dalam pengelolaan pertambangan.

"Kalau kita butuh bimbingan, kita bimbing, dibimbing. Kita juga tidak berharap ada pidana-pidana yang lain yang muncul di situ. Itu yang mau kita jaga," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....