Perkuat Program Palu Mapan, Pemkot Palu Tanam 4.000 Bibit Tomat di Boyaoge

  • 27 Agt 2026 14:34 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu memperkuat sektor pertanian melalui penanaman 4.000 bibit tomat di Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Program Palu Mapan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin turun langsung bersama petani dalam kegiatan penanaman tersebut. Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lurah Boyaoge, Babinsa, personel Polsek, serta unsur terkait lainnya.

Imelda mengatakan kawasan pertanian di Boyaoge telah lama dikelola oleh masyarakat. Meski luas lahan saat ini tidak sebesar sebelumnya, pemerintah tetap mendorong pemanfaatan lahan yang masih tersedia secara optimal.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama para petani menanam tomat di kawasan Kelurahan Boyaoge. Lahan yang tersisa tetap kita manfaatkan secara maksimal,” ujar Imelda.

Menurut Imelda, penanaman tomat menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian. Kegiatan tersebut juga diharapkan menunjang pelaksanaan Program Palu Mapan yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Palu.

“Hari ini kita menanam bibit tomat bersama para petani. Ini menjadi langkah yang baik bagi kita semua, apalagi kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menunjang Program Palu Mapan,” katanya.

Imelda menjelaskan, bibit tomat yang ditanam telah disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan petani. Pemilihan komoditas juga mempertimbangkan kondisi lahan agar tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan produksi secara optimal.

“Alhamdulillah bibit yang kita tanam hari ini benar-benar sesuai dengan permintaan petani. Komoditas tomat dipilih karena dinilai paling cocok ditanam di lahan Kelurahan Boyaoge,” ucapnya.

Tanaman tomat tersebut diperkirakan mulai memasuki masa panen sekitar dua bulan setelah penanaman. Jika sesuai dengan perkiraan, panen dapat dilakukan pada akhir Oktober 2026.

Pemerintah Kota Palu juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada petani mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil pertanian. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh nilai jual yang lebih baik.

“Kita berharap hasil panennya nanti bisa langsung dipasarkan kepada pengecer, bukan melalui tengkulak. Pemerintah akan terus memberikan pendampingan sehingga petani memperoleh nilai jual yang lebih baik,” ucapnya.

Menurut Imelda, keberadaan pemerintah bersama petani menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus mendorong optimalisasi lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

Penanaman 4.000 bibit tomat tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Kelurahan Boyaoge. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kota Palu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....