Antrean Pertalite di Palu, Pemprov Sulteng dan Pertamina Pastikan Pasokan Aman
- 27 Agt 2026 10:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merespons laporan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite, yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu dalam beberapa hari terakhir. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M., memimpin rapat bersama pihak terkait di Ruang Rapat Asisten II Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu 26 Agustus 2026. Rapat digelar untuk membahas antrean panjang kendaraan dan keterbatasan stok Pertalite di sejumlah SPBU.
Asisten II Rudi Dewanto menyampaikan, Gubernur Sulawesi Tengah meminta persoalan tersebut segera dicarikan solusi konkret agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dan kondisi di lapangan kembali normal.
“Bapak Gubernur menginginkan ada solusi konkret terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Kita berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan langkah yang tepat untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertalite,” ujar Rudi. Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina menjelaskan keterlambatan pasokan Pertalite dipengaruhi cuaca buruk yang berdampak pada perjalanan kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara, sekitar 15 Agustus 2026.
Kondisi cuaca tersebut menyebabkan keterlambatan pasokan pada 16 hingga 17 Agustus 2026. Untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Pertamina kemudian melakukan langkah antisipasi dengan mencari pasokan alternatif dari Depot Bau-Bau serta mengambil stok dari Depot Poso. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan stok BBM di wilayah Sulawesi Tengah sekaligus mengantisipasi kekurangan pasokan di sejumlah SPBU.
Pertamina menyampaikan pasokan dari Bau-Bau dan Bitung telah kembali masuk secara normal pada periode 20 hingga 24 Agustus 2026. Seiring kembali normalnya pasokan, kondisi antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Palu, pada Rabu 26 Agustus 2026 juga mulai normal. Pemprov Sulteng bersama Pertamina akan terus memantau kondisi pasokan dan distribusi BBM di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi serta setiap potensi gangguan distribusi dapat segera diantisipasi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Pemerintah menilai pembelian secara berlebihan justru dapat memicu kepanikan dan memperpanjang antrean di SPBU.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean,” ujar Rudi.
Pemprov Sulteng juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi BBM, terutama saat terjadi kendala akibat faktor cuaca dan transportasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....