SMK Go Global Jadi Langkah Cetak Pekerja Migran Tangguh
- 27 Agt 2026 10:44 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. menegaskan program SMK Go Global menjadi momentum penting dalam mempersiapkan generasi muda Sulawesi Tengah yang memiliki kompetensi, mental, dan karakter kuat sebelum memasuki dunia kerja internasional. Hal itu disampaikannya saat membuka Kick Off SMK Go Global, Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Provinsi Sulawesi Tengah di Gedung Aula SMK Negeri 1 Palu, Rabu 26 Agustus 2026, yang dilaksanakan serentak melalui Zoom Meeting bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Drs. Mukhtarudin dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur secara simbolis menyerahkan tanda peserta kepada calon pekerja migran yang mengikuti rangkaian pembekalan. Reny mengapresiasi pelaksanaan program sekaligus berharap alokasi anggaran dan kuota bagi Sulawesi Tengah dapat ditingkatkan. Dari sekitar 1.750 pendaftar, sekitar 500 orang masuk dalam daftar, sementara peserta yang lolos dan mengikuti program tahun 2026 berjumlah 220 orang. “Insya Allah kalau tahun-tahun mendatang alokasi anggaran untuk anak-anak kami yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah bisa ditambah,” harapanya.
Reny juga berpesan kepada para peserta agar memiliki tekad kuat dan tidak mudah menyerah ketika harus meninggalkan keluarga maupun daerah untuk bekerja di luar negeri.
“Kalau sekali ada yang bertekad untuk keluar dari Palu, pantang untuk kembali kalau tidak berhasil,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa bekerja di luar negeri bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta membangun kemandirian. Peserta diminta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, memperhatikan asupan makanan, dan aktif bertanya kepada pengajar.
Selain kompetensi, Reny mengingatkan peserta untuk menjaga etika dan mampu beradaptasi dengan budaya negara tujuan dengan menghormati adat istiadat serta aturan setempat.
“Jangan kita memalukan bangsa Indonesia, terutama Sulawesi Tengah sendiri,” pesannya.
Ia berharap pengalaman bekerja di luar negeri dapat membentuk generasi muda yang mandiri, tangguh, dan percaya diri, bahkan menjadi modal lahirnya pemimpin masa depan Sulawesi Tengah.
“Tidak menutup kemungkinan adik-adik yang ada di ruangan ini nanti menjadi Wakil Gubernur,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....