Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Bebas TB dalam Tiga Tahun
- 23 Agt 2026 15:37 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menargetkan Sulawesi Tengah bebas Tuberkulosis (TB) dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Dies Natalis ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako sekaligus peluncuran program Berani Magaya di Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu 22 Agustus 2026.
Berani Magaya merupakan singkatan dari Berantas Infeksi TB, Mahasiswa JaGa dan SaYAng Keluarga yang ditujukan bagi perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah.
“Kita berkomitmen hari ini bahwa dalam tiga tahun ke depan, Sulteng bebas TB,” tegas Anwar Hafid.
Gubernur mengatakan, pemberantasan TB membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, mahasiswa, keluarga, dan masyarakat dinilai memiliki peran dalam upaya pencegahan serta penanganan penyakit tersebut.
Menurutnya, peluncuran Berani Magaya harus dilanjutkan dengan kegiatan nyata di lingkungan kampus, keluarga, dan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan jajaran kesehatan agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kita akan koordinasikan dengan seluruh perguruan tinggi dan jajaran kesehatan supaya apa yang kita launching hari ini betul-betul bisa berjalan,” katanya.
Anwar menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya pemberantasan TB. Mahasiswa dapat dilibatkan dalam edukasi kesehatan, membantu menemukan kasus, serta mendampingi masyarakat dalam menjalani pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.
“Kerja sama ini hanya bisa berjalan kalau kita bersama-sama dengan seluruh perguruan tinggi. Apa yang digagas melalui Berani Magaya hari ini adalah sebuah konsep yang sangat aktual dan harus kita lakukan,” tegasnya.
Program pemberantasan TB tersebut juga ditempatkan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program 9 Berani dan dukungan terhadap agenda nasional pemerintah.
Puncak Dies Natalis ke-9 FKM Universitas Tadulako turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, serta Rektor Universitas Tadulako Amar.
Melalui Berani Magaya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam memperkuat edukasi, penemuan kasus, pendampingan, serta upaya pencegahan TB di masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....