Gubernur Harap Jalur Palu–Guangzhou Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

  • 29 Sep 2026 13:52 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengharapkan jalur penerbangan internasional Palu-Guangzhou menjadi saluran ekspor produk lokal ke pasar global.
  • Deklarasi Gerakan 1000 Pelaku Usaha BERANI Ekspor menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberdayakan UMKM daerah memasuki pasar internasional.
  • Inisiatif ini melibatkan kolaborasi Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah.

RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, berharap Jalur penerbangan internasional Palu–Guangzhou menjadi pintu baru bagi produk-produk Sulawesi Tengah menembus pasar global. Hal ini disampaikannya pada Deklarasi Gerakan 1000 Pelaku Usaha BERANI Ekspor yang digagas Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM di Hotel BW Coco, Senin, 28 Sepptember 2026.

Momentum deklarasi tersebut, dinilai sebagai gebrakan baru untuk memperkuat keberpihakan pemerintah kepada UMKM. Sekaligus, mendorong pelaku usaha daerah berani memasuki pasar internasional.

"Hari ini UMKM tidak boleh dipandang sebelah mata," ucap Gubernur.

Menurutnya, banyak UMKM Sulteng yang selama ini 'diam-diam' telah mampu mengekspor produknya dan menembus pasar luar negeri. Karena itu, keberanian untuk ekspor perlu ditularkan kepada semakin banyak pelaku usaha di seluruh kabupaten dan kota.

“Kalau UMKM berani (ekspor), insyaallah Sulteng ini maju,” katanya.

Sulteng sendiri memiliki beragam komoditas potensial yang diminati pasar global, mulai dari sarang burung walet, durian, hingga produk perikanan seperti tuna dan kepiting bakau.

Data Badan Karantina Indonesia periode Januari–September 2026 mencatat, ekspor kelapa bulat asal Sulteng mencapai 39,15 juta kilogram ke Tiongkok, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam. Sementara, bungkil kelapa juga mencapai 8,98 juta kilogram ke India.

Di sektor perikanan, ekspor kerang dara tercatat 60.310 kilogram dan ikan tuna sebanyak 23.676 kilogram. Lalu, komoditas durian asal Parigi Moutong telah menembus pasar Tiongkok dengan volume mencapai 8.162,7 ton.

Gubernur berharap, keberhasilan sejumlah komoditas tersebut menjadi pemantik bagi pelaku UMKM lainnya untuk berani menatap pasar global sebagai destinasi baru.

"Semoga ekspor kita akan semakin lebih mudah lagi," ujarnya.

Momentum deklarasi ini juga diperkuat melalui penandatanganan MoU antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM. MoU antara Badan Karantina, Kementerian UMKM, Kemendes PDT, dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta MoU hilirisasi empat komoditas unggulan Sulteng.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, juga mendorong kolaborasi lintas sektor melalui pembentukan Klinik Ekspor. Ini untuk membantu UMKM memahami akses pasar global, memenuhi standar negara tujuan, hingga meningkatkan kesiapan produk.

"Kami akan bentuk BERANI ekspor dalam bentuk klinik ekspor," tutur Abdul.

Sementara, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya optimalisasi berbagai instrumen. Termasuk pemanfaatan KUR, agar semakin banyak UMKM dapat berkembang dan naik kelas menjadi pelaku ekspor.

"Kalau kita bisa memanfaatkan peran dan wewenang kita dengan baik maka UMKM kita pasti maju," katanya.

Kegiatan turut dihadiri para pejabat utama dari Barantin, Kementerian UMKM, Kemendes PDT, dan Wagub Reny A.Lamadjido. Termasuk Sekprov Novalina, para bupati dan walikota, pelaku usaha, serta asosiasi terkait. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....