IPK Indonesia Sulteng Gelar Muswil III, Fokus Perkuat Layanan Kesehatan Mental

  • 23 Agt 2026 15:22 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pengurus Wilayah Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Sulawesi Tengah menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) III di Swiss-Belhotel Silae Kota Palu, Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan itu dilaksanakan menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan IPK Indonesia Wilayah Sulawesi Tengah periode 2022-2026.

Muwsil diikuti oleh anggota IPK Indonesia Sulawesi Tengah dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, media, serta peserta lain secara daring. Kegiatan tersebut mengusung tema "Bertumbuh dalam Profesi Psikolog Klinis, Tangguh Pikiran, Hangat dalam Kepedulian, Hadir dan berdampak bagi kesehatan mental untuk Sulteng Nambaso".

Ketua Panitia Pelaksana Muswil III IPK Indonesia Sulawesi Tengah yang juga Ketua IPK Indonesia Wilayah Sulawesi Tengah periode 2022-2026, Idris Y Min'un mengatakan, tema yang diusung menjadi refleksi serta penguatan bagi psikolog klinis dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebut IPK Indonesia Sulawesi Tengah terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap profei psikolog klinis melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi.

"Kita ingin masyarakat mengenal psikolog klinis bukan hanya ketika menghadapi masalah, tetapi juga sebagai mitra dan dalam pembangunan kehidupan yang sehat secara psikologis," ucap Idris.

Menurutnya kesehatan mental bukan hanya sekadar ketiadaan gangguan Psikologis, melainkan tentang kemampuan seseorang untuk bertumbuh dan menjalani kehidupan yang bermakna. Karena itu ia mengajak seluruh anggota IPK untuk memanfaatkan kegiatan ini menjadi momentum dalam meningkatkan semangat pengabdian agar memberikan manfaat nyata di masyarakat.

"Mari kita jadikan Musyawarah ini sebagai momentum untuk memperbarui semangat pengabdian, mari kita bertumbuh dalam profesi, tangguh dalam berpikir, hangat dalam kepedulian, mari kita hadir dalam kehidupan masyarakat, dan mari kita memberikan dampak nyata dan bagi kesehatan mental masyarakat Sulawesi Tengah," ucapnya.

Sesi bersama usai pembukaan Musyawarah Wilayah III Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Sulawesi Tengah di Swiss-Belhotel Palu, Minggu, 23 Agustus 2026 (Foto: Sidik/RRI)

Ia berharap Muswil III mampu menghasilkan keputusan terbaik terkait arah kepemimpinan organisasi dan program kerja yang lebih berdampak bagi masyarakat. Menurutnya profesi Psikolog Klinis harus terus berkembang agar mampu menghadirkan manfaat serta peningkatan bagi kesehatan mental masyarakat Sulawesi Tengah.

"Semoga Musyawarah ke-3 ini menghasilkan keputusan terbaik, kepemimpinan yang amanah, program kerja yang bermanfaat, dan langkah nyata bagi peningkatan kesehatan mental masyarakat Sulawesi Tengah," ucap Idris.

Pada kesempatan tersebut, Idris juga menyoroti masih kuatnya stigma masyarakat terhadap layanan psikologi. Menurutnya, stigma tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.

"Selama ini masyarakat masih ada paradigma bahwa ke psikolog itu ada orang gila. Nah, ini ya paradigma ini harus kita hilangkan dan itu menjadi pekerjaan yang berat memang karena memang ada kultur di masyarakat ya kan seperti itu," ucapnya.

Untuk mengurangi stigma tersebut, IPK Indonesia Sulawesi Tengah terus melakukan berbagai kegiatan edukasi dan skrining kesehatan mental di masyarakat. Langkah itu dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari kualitas hidup.

Melalui Muswil III, IPK Indonesia Sulawesi Tengah berharap dapat memperkuat peran psikolog klinis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat secara mental, sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....