Stok Beras Aman, Pemkot Palu Perketat Pemantauan Harga di Pasar
- 21 Agt 2026 13:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu memperketat pemantauan harga beras di sejumlah pasar untuk menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat. Hasil inspeksi menunjukkan stok beras masih aman, namun daya beli masyarakat menjadi perhatian pemerintah.
Pemantauan dilakukan Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin bersama jajaran terkait di Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat mengenai daya beli terhadap komoditas beras.
Dalam sidak tersebut, Imelda didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Perum Bulog, Satgas Pangan Polresta Palu, serta Dinas Perhubungan. Tim memantau langsung harga dan ketersediaan beras yang dijual pedagang.
Imelda mengatakan, harga beras di Pasar Inpres Manonda ditemukan bervariasi sesuai jenis dan varietas beras. Harga yang dipantau berada pada kisaran Rp13 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.
"Alhamdulillah tadi di Pasar Inpres Manonda, kita mengecek harga. Ada yang paling murah Rp13 ribu dan yang paling tinggi Rp17 ribu, dengan varietas beras yang berbeda-beda," ujarnya.
Sementara di Pasar Masomba, harga beras berada pada kisaran Rp15.500 hingga Rp17 ribu per kilogram. Beras asal Napu menjadi salah satu komoditas dengan harga terendah, yakni Rp15.500 per kilogram, sementara sebagian besar beras lainnya berada di kisaran Rp16 ribu.
Menindaklanjuti hasil pemantauan tersebut, Imelda meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan pengecekan harga secara berkala. Pemerintah juga meminta harga eceran yang telah ditetapkan dapat diterapkan oleh pedagang.
"Sudah kita minta dari Perdagin untuk mengecek semuanya, agar keinginan Pak Wali Kota ini, harga eceran penting atau harga itu betul-betul diterapkan. Kemudian Satgas setiap minggu harus turun," katanya.
Selain pemantauan harga, Imelda memastikan stok beras di Kota Palu masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan. Menurutnya, persoalan yang perlu mendapat perhatian saat ini justru berkaitan dengan daya beli masyarakat.
"Kalau untuk stok beras, alhamdulillah sampai beberapa bulan ke depan aman. Hanya saja daya beli masyarakatnya yang agak kurang," ucap Imelda.
Pemerintah Kota Palu juga menunggu penyaluran bantuan beras dari Badan Pangan Nasional pada pekan berikutnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap stabilitas harga beras di pasar.
Imelda menyebut, bantuan tersebut direncanakan menyasar sekitar 31 ribu kepala keluarga penerima manfaat yang masuk kelompok desil 5 ke bawah. Setiap penerima bantuan akan memperoleh alokasi beras sebanyak 30 kilogram.
"Insyaallah minggu depan Bapanas akan mendistribusikan beras sejumlah 30 kilogram per penerima bantuan sebanyak 31 ribu KK, yang masuk desil 5 ke bawah. Insyaallah itu bisa merubah nanti harga yang ada di pasar," katanya.
Pemerintah Kota Palu akan terus berkoordinasi dengan Bulog, perangkat daerah, Satgas Pangan, dan pihak terkait lainnya dalam memantau pasokan serta harga beras. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....