Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Palu Hubungkan Petani dengan Pedagang Pasar

  • 19 Agt 2026 20:20 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu memperkuat akses pasar bagi petani melalui program Gerakan Kelurahan Menanam. Upaya tersebut dilakukan dengan mempertemukan kelompok tani, pengelola, dan pedagang pasar dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat Bappeda, Kantor Wali Kota Palu, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pertemuan yang dipimpin Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa tersebut juga dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari pelaksanaan program Palu Mandiri Pangan (Palu Mapan) dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di daerah. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan (DPKP) Kota Palu Lukman, dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin)Kota Palu Irmawanti Alkaf.

Rahmad mengatakan, sejumlah komoditas dari program Gerakan Kelurahan Menanam saat ini telah memasuki masa panen. Komoditas seperti bawang dan sayuran akan disalurkan langsung ke pasar melalui kerja sama antara kelompok tani dan pedagang.

"Pertemuan ini untuk menghubungkan petani dengan pedagang pasar. Hasil dari kelurahan menanam yang sudah panen nantinya langsung dijual di pasar dengan harga petani, sehingga bisa membantu menstabilkan harga," ujarnya.

Menurutnya, mekanisme tersebut memberikan kepastian akses pasar bagi petani di kelurahan yang mengikuti program Gerakan Kelurahan Menanam. Petani juga dapat menjual hasil panen secara langsung kepada pedagang tanpa melalui pihak ketiga.

Ia menjelaskan, pemerintah akan menghubungkan hasil panen dari kelurahan dengan sejumlah pasar sesuai wilayah pemasaran. Kelompok tani dari Kelurahan Donggala Kodi, misalnya, akan diarahkan ke Pasar Inpres, sementara kelompok lainnya dapat disalurkan ke Pasar Masomba maupun Pasar Tawaeli.

"Yang pertama kita menjamin akses pasar mereka. Yang kedua petani langsung terhubung dengan pasarnya, tidak melalui pihak ketiga," katanya.

Selain membuka akses pasar, skema tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keuntungan petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Pemerintah akan memperhitungkan harga penjualan agar petani tetap memperoleh manfaat, sementara harga komoditas di tingkat konsumen tetap terjangkau.

Rahmad menambahkan, hasil panen dari program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemasaran komoditas lokal Kota Palu. Pemerintah berharap produk pertanian, termasuk bawang dan sayuran, mampu bersaing dengan komoditas dari luar daerah.

Skema penyaluran hasil panen tersebut akan dievaluasi setelah pelaksanaan panen pertama. Evaluasi akan melihat perkembangan produksi petani, tingkat permintaan pasar, serta mekanisme penjualan di tingkat pedagang.

"Kalau permintaan pasar meningkat, produksinya juga akan kita tingkatkan. Di hilir kita juga akan melihat bagaimana proses penjualannya, karena produk lokal ini akan bersaing dengan komoditas dari luar daerah," ucap Rahmad.

Ia berharap penguatan hubungan antara petani dan pasar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi program Palu Mapan. Selain meningkatkan kepastian pemasaran hasil panen, mekanisme tersebut diharapkan mampu mendukung upaya Pemerintah Kota Palu dalam menjaga stabilitas harga pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....