Perkuat Ekonomi Penerima Manfaat, BPJamsostek Morowali Maksimalkan Program PEKA
- 20 Agt 2026 14:56 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Morowali - Kehilangan pekerja yang menjadi tulang punggung keluarga tidak hanya menghadirkan duka, tetapi juga tantangan dalam menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. Melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memastikan manfaat yang diterima dapat menjadi pijakan bagi keluarga untuk kembali berdaya dan mandiri.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang mengusung konsep Value Beyond Protection. Program ini mendorong penerima manfaat untuk mengelola manfaat yang diterima secara produktif melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, kewirausahaan, serta penguatan literasi keuangan.
PEKA diluncurkan secara nasional pada 18 Agustus 2026 dan dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan perlindungan tidak berhenti pada pemberian manfaat, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan agar penerima manfaat mampu membangun sumber penghasilan dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengapresiasi pelaksanaan PEKA dan menilai program tersebut menunjukkan bahwa jaminan sosial dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima manfaat.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan uang atau santunan, tetapi juga mengawal agar manfaat tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan. Kemandirian menjadi kunci,” ujar Yassierli.
Menurutnya, PEKA juga memiliki potensi untuk mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru yang ke depannya dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Kementerian Ketenagakerjaan pun siap mendukung melalui kolaborasi dan pendampingan bagi penerima manfaat maupun ahli waris.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan bahwa PEKA berangkat dari kebutuhan untuk memastikan manfaat yang diterima pekerja maupun ahli waris dapat memberikan dampak jangka panjang.
“Melalui PEKA kami ingin mendorong perubahan dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” kata Saiful.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan PEKA tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau pelatihan yang diberikan, tetapi dari kemampuan penerima manfaat untuk menjadi produktif, memperoleh penghasilan, dan membangun kemandirian ekonomi. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai mitra strategis.
Sementara itu untuk Kabupaten Morowali, kegiatan PEKA dilaksanakan, Selasa, 18 Agustus 2026 di Podjok Roemah Cafe, Morowali. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan Cabang Morowali dalam memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas ekonomi kepada penerima manfaat. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Morowali, Makmur, Rabu, 19 Agustus 2026, menyampaikan bahwa PEKA merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan kepada penerima manfaat.
“Melalui PEKA, kami ingin mendampingi penerima manfaat agar mampu membangun kembali kemandirian ekonomi pascarisiko. Pengetahuan dan pembekalan yang diberikan diharapkan menjadi bekal untuk mengelola keuangan dan mengembangkan potensi ekonomi keluarga,” ujar Makmur.
Makmur juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Morowali dan BSI dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar penerima manfaat mendapatkan pendampingan yang lebih komprehensif, tidak hanya dalam aspek perlindungan sosial, tetapi juga penguatan ekonomi dan literasi keuangan.
“Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Morowali berharap penerima manfaat dapat semakin berdaya, produktif, dan mandiri dalam mengelola potensi ekonomi keluarga. Program ini sekaligus menjadi wujud Value Beyond Protection, bahwa manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada santunan, tetapi dapat menjadi pijakan untuk bangkit, produktif, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera,” terang Makmur.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala BSI sebagai narasumber yang memberikan edukasi mengenai literasi keuangan dan investasi. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman penerima manfaat mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan keuangan keluarga, serta investasi sebagai salah satu upaya membangun ketahanan ekonomi di masa depan.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Morowali sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan PEKA. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemberdayaan penerima manfaat serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....