PSMTI dan APINDO Sulteng Salurkan Donasi untuk Korban Gempa NTT
- 19 Agt 2026 22:47 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah menyalurkan donasi untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Donasi tersebut diserahkan kepada Pembina Kerukunan Keluarga NTT Sulawesi Tengah di Aula Millenium, Kota Palu, Rabu, 19 Agustus 2026 malam.
Donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp72,9 juta melalui penggalangan dana yang dibuka selama beberapa hari. Penggalangan dana tersebut dilakukan secara spontan setelah PSMTI dan APINDO Sulteng mengetahui kabar bencana gempa yang melanda NTT.
Ketua PSMTI Sulteng dan Ketua DPP APINDO Sulteng, Wijaya Chandra mengatakan, penggalangan dana dibuka sekitar 15 Agustus dan ditutup pada 18 Agustus 2026. Menurutnya, bantuan berupa dana dipilih agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak di lokasi bencana.
"Spontanitas itu didukung dengan sangat penuh semangat dari teman-teman. Kita buka open donasi tanggal 15, kemudian tanggal 18 kita tutup dan bisa mengumpulkan kurang lebih Rp72,9 juta," ujarnya.
Wijaya mengatakan, donasi yang terkumpul tidak hanya berasal dari anggota PSMTI dan APINDO Sulteng. Sejumlah masyarakat turut mempercayakan bantuan kemanusiaan mereka melalui PSMTI untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana di NTT.
"Jadi banyak masyarakat lain yang mempercayakan dana-dana untuk kemanusiaan ini melalui PSMTI. Kami PSMTI bukan cuma satu suku Tionghoa saja," katanya.
Menurut Wijaya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Sulawesi Tengah kepada warga NTT yang sedang menghadapi situasi bencana. Ia berharap donasi dapat segera didistribusikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Wijaya juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dalam membantu daerah yang mengalami bencana. Ia menilai solidaritas tersebut merupakan bentuk kepedulian antar masyarakat yang pernah dirasakan Sulawesi Tengah ketika dilanda bencana pada 2018.
"Semoga gotong royong masyarakat Indonesia bisa membantu membangkitkan ulang NTT, kurang lebih sama dengan kita pada 2018 ketika masyarakat nasional bahkan dunia datang ke Sulawesi Tengah. Demikianlah kita bisa membalas kebajikan dengan kebajikan," ucapnya.
Ia menambahkan, keberagaman masyarakat yang terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut menjadi gambaran kuatnya persatuan di Sulawesi Tengah. Menurutnya, perbedaan suku dan agama tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Teman-teman ada yang suku Arab, Kaili, Bali. Itulah keindahan Nusantara, kita bisa merangkul semua suku dan semua agama menjadi satu Nusantara," ucap Wijaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....