PKB Sulteng Instruksikan Kader Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa
- 19 Jun 2026 16:12 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah (Sulteng) menginstruksikan seluruh kader dan anggota DPRD dari PKB untuk turun membantu menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di wilayah ini, khususnya di Kabupaten Sigi.
Sekretaris DPW PKB Sulteng Muhammad Safri mengatakan, instruksi tersebut merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, agar seluruh kader partai hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Instruksi Ketua Umum DPP PKB adalah mengaktifkan seluruh anggota DPRD, baik kabupaten, kota maupun provinsi, untuk turun hadir demi kepentingan masyarakat yang hari ini terkena musibah dan memberikan bantuan kepada mereka,” kata Safri saat ditemui di Kantor DPW PKB Sulteng, Kota Palu, Jumat, 19 Juni 2026.
Safri yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng menyebutkan, penyaluran bantuan diperkirakan mulai dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan. Bantuan yang akan disalurkan meliputi paket sembako dan berbagai kebutuhan mendesak lainnya bagi warga terdampak gempa.
"Kami akan menyalurkan bantuan sembako dan bantuan lainnya untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak gempa bumi,” ujarnya.
Menurut Safri, kehadiran kader partai di lokasi bencana bukan semata-mata untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat teridentifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat.
Diketahui, berdasarkan laporan BMKG, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, sekitar pukul 11.27 Wita. Pusat gempa berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga Kamis, 18 Juni 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tercatat sebanyak tiga orang. Selain itu, 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang lainnya mengalami luka ringan.
Bencana tersebut juga berdampak terhadap 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa di sejumlah wilayah, dengan Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling signifikan.
Data sementara menunjukkan sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.
Selain rumah warga, gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan fasilitas umum, rumah ibadah, gedung perkantoran, sekolah, rumah adat, hingga jaringan penyediaan air bersih.
Sementara itu, BMKG juga mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,2 dan terkecil 1,3. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 gempa susulan masih dirasakan oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....