Gubernur Sulteng Dorong Desa Walatana Jadi Role Model Pertanian Sulteng
- 18 Agt 2026 14:53 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Gubernur mengidentifikasi sejumlah persoalan yang perlu diperkuat dalam membangun pertanian Sulawesi Tengah. Diantaranya riset harus menjadi dasar dalam pengembangan pertanian, mulai dari kondisi tanah hingga pemilihan bibit. Kedua, pengelolaan irigasi dan sumber air harus diperkuat untuk menjamin keberlanjutan produksi. Ketiga, petani harus memiliki kepastian pasar, sehingga hasil produksi tidak berhenti hanya pada panen.
Selanjutnya, petani juga perlu dibekali manajemen keuangan, agar mampu menghitung keuntungan dan nilai ekonomi dari setiap kegiatan usaha tani. Penguatan digitalisasi pertanian serta hilirisasi juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
"Petani jangan hanya berpikir berapa ton yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah berapa nilai ekonomi yang diperoleh. Produksi harus menghasilkan pendapatan yang lebih baik bagi petani," kata Gubernur, saat menghadiri Panen Raya Budidaya Padi Organik Al-Khairaat dan Sarasehan Petani untuk Negeri di Desa Walatana Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Selasa 18 Agustus 2026.
Menurut Gubernur, Sulteng tidak harus langsung meniru seluruh sistem pertanian modern yang telah diterapkan di negara lain. Namun, prinsip-prinsip yang relevan dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi daerah.
"Kita memang masih jauh, tetapi setidaknya kita bisa mulai. Yang paling penting adalah bibit dan hilirisasi. Kalau petani sudah mandiri menghasilkan bibit dan kita bantu dengan sistem yang baik, saya yakin hasilnya bisa lebih baik," ujarnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan para ahli pertanian maupun ekonomi untuk menemukan pola yang tepat bagi pengembangan pertanian Sulawesi Tengah.
Memasuki musim tanam keenam, pengembangan padi organik tersebut menunjukkan konsistensi para pelaku usaha dan petani dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Gubernur berharap model Walatana tidak berhenti sebagai kegiatan panen semata, tetapi berkembang menjadi ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit, produksi, pengolahan, pemasaran hingga hilirisasi.
"Kalau Walatana ini kita dorong dengan riset, bibit yang baik, teknologi, pasar dan hilirisasi, saya yakin ini bisa menjadi contoh yang dapat kita kembangkan di daerah lain," pungkasnya.
Melalui pengembangan pertanian organik Walatana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong lahirnya model pertanian yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan petani yang mandiri, modern, sehat secara lingkungan, dan lebih sejahtera untuk mewujudkan Sulteng Nambaso.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....