Nasionalisme Generasi Muda Perlu Diwadahi melalui Ruang Digital
- 17 Agt 2026 11:51 WIB
- Palu
Poin Utama
- Teknologi digital membawa tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk memperkuat nasionalisme dan persatuan.
- Kemudahan akses informasi melalui teknologi digital memungkinkan generasi Z dan Alpha untuk cepat menguasai berbagai pengetahuan.
- Generasi muda dapat memanfaatkan modal pengetahuan digital untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
RRI.CO.ID, Palu - Perkembangan teknologi digital dinilai tidak hanya menghadirkan tantangan bagi generasi muda. Lebih dari itu juga membuka peluang untuk memperkuat nasionalisme, persatuan, serta kreativitas generasi Z dan generasi Alpha.
Kemudahan memperoleh informasi membuat generasi muda saat ini dapat mengakses berbagai pengetahuan dengan cepat. Kondisi tersebut, dinilai menjadi modal penting bagi mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Evaluasi BPIP, Eko Budiyanto, mengatakan generasi Z dan generasi Alpha merupakan kelompok yang sangat mudah memperoleh berbagai informasi. Menurutnya, pemerintah tidak harus sepenuhnya mengarahkan langkah generasi muda, tetapi perlu menyediakan ruang yang dapat mewadahi potensi mereka.
“Saat ini masyarakat generasi Z dan generasi Alpha ini dengan kemudahan mereka mendapat informasi, pemerintah tinggal membuat misalnya kanal-kanal yang dapat mewadahi mereka untuk digitalisasi, mewadahi nasionalisme mereka," kata Eko saat dihubungi RRI beberapa waktu lalu.
Eko menilai, ruang digital dapat diarahkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan semangat kebangsaan. Teknologi tidak hanya digunakan untuk menerima informasi, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antargenerasi muda.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah semakin terbukanya akses informasi. Generasi muda dari berbagai daerah dapat memanfaatkan teknologi digital, untuk saling terhubung dan bekerja sama tanpa dibatasi jarak.
“Bagaimana mereka dapat berkolaborasi ini untuk menjaga kesatuan, kemudian mengembangkan bakat, minat, dan seterusnya, itu dengan media digital," ucapnya.
Karena itu Eko menyebut, nasionalisme di kalangan generasi muda tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan konvensional. Dunia digital dapat menjadi ruang baru untuk menunjukkan kecintaan terhadap bangsa melalui karya, kreativitas, kolaborasi, serta berbagai aktivitas positif.
Ia juga melihat, kemudahan mendapatkan informasi membuat generasi muda memiliki kesiapan yang lebih besar dalam mempersiapkan masa depan. Menurutnya, generasi muda saat ini dapat menyiapkan dirinya sendiri, sementara pemerintah berperan memberikan arah dan menyediakan ruang yang sesuai bagi perkembangan mereka.
“Saya memandangnya generasi itu lebih memiliki persiapan menyongsong hari depan mereka," ujar Eko.
Di sisi lain ia menekankan, keterbukaan informasi juga membawa tantangan karena generasi muda dapat menerima berbagai pengaruh. Karena itu, kemampuan mengakses informasi perlu diimbangi dengan pendidikan karakter agar teknologi dapat digunakan untuk tujuan yang konstruktif.
Dengan dukungan ruang yang memadai, teknologi digital dapat menjadi sarana untuk mengembangkan bakat dan minat, serta memperkuat persatuan. Sekaligus, menyalurkan nasionalisme generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....