National TOT VOICE di Palu Perkuat Kapasitas Pelajar Cegah Pernikahan Anak

  • 12 Agt 2026 16:07 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bersama UNICEF Indonesia menggelar National Training of Trainers (TOT) VOICE di Kota Palu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelajar dalam mencegah pernikahan anak dan praktik sunat perempuan.

Kegiatan yang berlangsung 11-14 Agustus 2026 tersebut dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, mewakili Wali Kota Palu. Pembukaan berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Selasa, 11 Agustus 2026.

National TOT VOICE atau Voicing Our Identity, Courage and Empowerment merupakan program nasional yang memberikan edukasi dan penguatan kapasitas kepada pelajar. Program tersebut juga mendorong keterlibatan anak dan generasi muda dalam upaya perlindungan serta pemenuhan hak anak.

Sekda Kota Palu Irmayanti Pettalolo mengapresiasi kepercayaan Pimpinan Pusat IPM dan UNICEF Indonesia yang memilih Kota Palu sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, tema VOICE relevan dengan kebutuhan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

“Ada tiga hal yang menurut saya perlu kita maknai bersama. Pertama, identity atau identitas. Generasi muda harus mengenali jati dirinya, memahami nilai-nilai yang dimiliki, serta bangga terhadap identitasnya sebagai pelajar dan generasi penerus bangsa,” ujar Irmayanti.

Menurutnya, keberanian atau courage bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian merupakan kemampuan untuk menyampaikan kebenaran, membela pihak yang lemah, dan mengambil sikap demi terciptanya keadilan.

Sementara aspek empowerment atau pemberdayaan dinilai penting agar anak dan pelajar tidak hanya menjadi objek pembangunan. Mereka perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, berpartisipasi, dan turut mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

“Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk bersuara. Mereka harus didengar, dilibatkan, dan diberikan kesempatan untuk mengambil peran dalam menciptakan perubahan yang lebih baik,” katanya.

Irmayanti berharap peserta National TOT VOICE dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh setelah kembali ke daerah masing-masing. Para peserta juga diharapkan mampu menjadi fasilitator dan agen perubahan dalam menyebarluaskan edukasi perlindungan anak.

Materi yang diperoleh diharapkan dapat mendorong upaya pencegahan pernikahan anak, praktik sunat perempuan, serta meningkatkan pemahaman mengenai pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah dan masyarakat. Menurut Irmayanti, perlindungan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga anak dan pelajar itu sendiri.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti hanya pada forum pelatihan, tetapi dapat melahirkan gerakan dan perubahan nyata di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

National TOT VOICE di Kota Palu merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Jakarta. Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah tahun ini dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki identitas kuat, berani menyuarakan hak anak, serta mampu mendorong perubahan di lingkungannya. Upaya tersebut diharapkan turut mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, setara, dan ramah bagi anak serta generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....