Gubernur Anwar Hafid Targetkan Sulteng Jadi Raja Durian Dunia

  • 12 Agt 2026 16:29 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong Sulawesi Tengah menjadi salah satu sentra durian unggulan dunia melalui penguatan produksi dan ekspor. Pemerintah daerah bersama dunia usaha diminta membangun ekosistem durian dari sektor hulu hingga hilir.

Hal tersebut disampaikan Anwar saat membuka kegiatan “Berani Merdeka Ekspor Durian” yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu, 12 Agustus 2026. Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah penghasil durian unggulan Indonesia.

Pengembangan komoditas tersebut juga dinilai dapat membuka akses pasar internasional bagi petani Sulawesi Tengah.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi starting point bagi kita untuk benar-benar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai raja durian dunia,” ujar Anwar.

Menurutnya, Sulawesi Tengah telah memiliki identitas produk melalui branding “Durian Vulcano Indonesia”. Identitas tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing durian Sulawesi Tengah di pasar nasional maupun internasional.

Anwar menjelaskan, upaya membuka pasar ekspor durian Sulawesi Tengah telah dilakukan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur. Ekspor perdana durian Sulawesi Tengah berhasil direalisasikan pada 2025 dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Ia menyebutkan, dalam dua kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok, dirinya turut membawa misi memperkenalkan durian Sulawesi Tengah. Menurutnya, Tiongkok memiliki potensi pasar yang besar karena letaknya relatif dekat dan konektivitas transportasi dengan Sulawesi Tengah terus berkembang.

“Dari sisi rasa, durian kita tidak kalah. Ini peluang besar bagi Sulawesi Tengah,” katanya.

Anwar menegaskan, target menjadikan Sulawesi Tengah sebagai “raja durian dunia” membutuhkan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Pemerintah berperan menciptakan regulasi dan pelayanan yang mendukung investasi, sedangkan dunia usaha menggerakkan produksi serta kegiatan ekspor.

“Kalau kita mau sukses, tidak boleh ada ego sektoral. Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah memberi ruang dan dukungan, dunia usaha bergerak di depan,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota turut mendukung pengembangan infrastruktur dan ekosistem durian. Dukungan tersebut mencakup pembangunan packing house, rumah durian, kemudahan perizinan, hingga pembinaan petani.

Menurut Anwar, pengembangan durian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan ekspor. Komoditas tersebut juga memiliki potensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat melalui proses hilirisasi.

“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Multiplier effect dari proses hilirisasi durian ini luar biasa,” jelasnya.

Anwar juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan kontinuitas produksi. Menurutnya, kemampuan memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan menjadi salah satu kunci agar durian Sulawesi Tengah mampu bersaing di pasar internasional.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan peluncuran dashboard potensi komoditas pertanian Sulawesi Tengah. Melalui pengembangan produksi, hilirisasi, dan ekspor, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan komoditas durian tidak hanya menjadi produk unggulan daerah melainkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat serta memperkuat posisi Sulawesi Tengah dalam perdagangan komoditas pertanian internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....