Pariwisata dan Perikanan Donggala Jadi Lokasi Pembelajaran PKA Sulteng

  • 10 Agt 2026 18:07 WIB
  •  Palu

RR.CO.ID, Donggala – Pengembangan pariwisata berbasis budaya dan penguatan sektor perikanan di Kabupaten Donggala menjadi lokus pembelajaran peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XXI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026.

Sebanyak 40 peserta PKA dari sejumlah pemerintah daerah di Sulawesi Tengah melakukan studi lapangan di Kabupaten Donggala, Senin, 10 Agustus 2026. Studi lapangan tersebut diarahkan untuk melihat secara langsung praktik penyelenggaraan pemerintahan, inovasi pelayanan, serta pengelolaan potensi daerah yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam pengembangan kepemimpinan birokrasi.

Dua perangkat daerah menjadi lokus studi lapangan, yakni Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Donggala serta Dinas Perikanan Kabupaten Donggala. Peserta mempelajari pengembangan pariwisata berbasis budaya serta berbagai program dan inovasi dalam penguatan sektor perikanan.

Wakil Bupati Donggala Taufik Burhan mengatakan studi lapangan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan melihat program yang telah berjalan, tetapi menjadi kesempatan untuk memahami proses, tantangan, dan strategi pemerintah daerah dalam menghasilkan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

“Studi lapangan bukan tentang melihat apa yang sudah baik, tetapi memahami bagaimana sebuah sistem bekerja dalam keterbatasan,” ujarnya saat menerima peserta di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala.

Menurutnya, Kabupaten Donggala masih menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pembangunan, di antaranya keterbatasan fiskal, kerentanan terhadap bencana, serta disparitas antarwilayah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mencari pendekatan dan inovasi yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat.

Sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan perikanan menjadi bagian dari upaya tersebut karena memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Taufik menilai pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi peserta PKA dalam memahami bahwa kepemimpinan birokrasi tidak hanya diuji melalui kemampuan menyusun kebijakan, tetapi juga melalui kemampuan menghadapi persoalan dan keterbatasan di lapangan.

“Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi praktik baik, mengkritisi kelemahan secara konstruktif, serta merumuskan solusi yang kontekstual,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Haris Karim, mengatakan studi lapangan merupakan bagian dari proses pembelajaran PKA yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung praktik pemerintahan dan inovasi yang diterapkan daerah.

"Kabupaten Donggala dipilih karena memiliki sejumlah praktik dan capaian yang relevan untuk dipelajari, termasuk inovasi administrasi publik dan pengembangan tata kelola pemerintahan," sebut dia.

Beberapa capaian tersebut antara lain penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama serta Inagara Award dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI atas komitmen dalam pengembangan inovasi administrasi publik dan tata kelola berkelanjutan.

Adapun peserta PKA Angkatan XXI ini berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Banggai, Kabupaten Morowali, Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol. Mereka didampingi 10 orang penyelenggara dari BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....