Perkuat Akurasi Data Kemiskinan, Dinsos Sulteng Gelar Bimtek Enumerato IDI

  • 10 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Bimbingan Teknis Pembekalan Enumerator untuk Kegiatan In-Depth Interview Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu Tahun 2026.
  • Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah pada Sabtu 8 Agustus 2026 dengan tujuan mempersiapkan enumerator sebelum melakukan pendataan lapangan.
  • Program ini merupakan bagian dari penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memperoleh data kualitatif mendalam mengenai kondisi masyarakat miskin dan tidak mampu.

RRI.CO.ID, Palu - Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembekalan Enumerator Kegiatan In-Depth Interview (IDI) Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan pembekalan bagi enumerator sebelum melaksanakan pendataan melalui metode IDI di Aula Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu 8 Agustus 2026.

Hal tersebut, guna memperoleh data kualitatif yang lebih mendalam mengenai kondisi masyarakat miskin dan tidak mampu sebagai bagian dari penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kegiatan ini dilaksanakan karena penanganan kemiskinan memerlukan data yang akurat, valid, dan menggambarkan kondisi riil masyarakat. Pendataan melalui IDI diharapkan mampu menggali penyebab kemiskinan hingga berbagai faktor yang menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Rifki Anata Mustaqim, menegaskan keberhasilan pendataan sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme enumerator di lapangan. Karena itu, setiap enumerator harus bekerja secara objektif, menjaga etika, dan menghormati responden.

"Mereka juga harus bisa menjaga kerahasiaan data sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Rifki.

Melalui bimbingan teknis ini, katanya, peserta dibekali materi mengenai konsep dan tujuan IDI, serta teknik wawancara mendalam. Sekaligus penggunaan aplikasi Computer Assisted Personal Interview (CAPI), etika pendataan, mekanisme pelaporan, serta koordinasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

"Setelah mengikuti pembekalan, para enumerator akan melaksanakan wawancara langsung kepada rumah tangga sasaran sesuai wilayah yang telah ditetapkan," kata Rifki.

Dengan ini ia berharap, seluruh enumerator dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sehingga, dapat menghasilkan data yang berkualitas sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah.

"Karena itu, saya mengajak seluruh enumerator untuk bekerja dengan jujur, profesional, dan penuh dedikasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah," ujar Rifki. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....