FGD Pemkab Parimo Fokus Tekan Kemiskinan dan Anak Tidak Sekolah

  • 11 Jun 2026 15:17 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna mempercepat penurunan angka kemiskinan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Rabu, 10 Juni 2026.

FGD tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat adat sekaligus mengoptimalkan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyelesaikan persoalan sosial yang masih dihadapi daerah.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengatakan sebagian besar masyarakat miskin berada di daerah terpencil dengan keterbatasan akses terhadap berbagai layanan dasar. Berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong pada tahun ini tercatat sebesar 13,51 persen.

Selain kemiskinan, pemerintah daerah juga menyoroti tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah yang membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi.

"Data tersebut menjadi dasar penting dalam merancang program yang tepat sasaran. Tim lapangan diharapkan dapat memberikan masukan nyata agar program yang disusun benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil," ujar Erwin Burase.

Ia menjelaskan, Pemkab Parigi Moutong telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memprioritaskan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat di daerah terpencil yang kondisi tempat tinggalnya dinilai memprihatinkan. Upaya itu akan didukung dengan pendataan titik koordinat agar intervensi lebih terarah.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga memfokuskan perhatian pada penyediaan infrastruktur dasar seperti akses jalan, jaringan listrik, dan layanan internet. Dinas Komunikasi dan Informatika akan menangani wilayah yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi, sementara Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kondisi sekolah beserta akses menuju lokasi pendidikan.

Bupati turut menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala agar sesuai dengan kondisi di lapangan. Tim yang bertugas diminta mendokumentasikan situasi nyata melalui foto dan video sebagai bahan perencanaan serta evaluasi program.

Untuk mendukung percepatan penanganan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen mengalokasikan anggaran melalui perubahan APBD. Selain itu, pemerintah juga tengah mengupayakan bantuan alat berat yang diharapkan dapat digunakan pada akhir tahun ini untuk membuka akses jalan di wilayah terisolasi.

"Kami berharap berbagai persoalan mendasar di daerah terpencil dapat diselesaikan secara bertahap, sehingga angka kemiskinan dan jumlah anak tidak sekolah terus menurun hingga tuntas pada akhir masa jabatan kami," pungkas Erwin Burase.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....