Lapas-Rutan Palu Didorong Perkuat Layanan dan Pembinaan Warga Binaan
- 08 Agt 2026 19:02 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam hal ini Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu didorong untuk terus memperkuat kualitas layanan serta pembinaan warga binaan agar pelaksanaannya tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan Inspektur Wilayah (Irwil) III Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) Hendro Tri Prasetyo bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) Herman Mulawarman saat meninjau Lapas dan Rutan Palu, Jumat, 7 Agustus 2026.
Herman mengatakan, pembinaan warga binaan harus diarahkan pada keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat. Karena itu, kegiatan pembinaan di dalam lapas maupun rutan perlu memiliki manfaat nyata dan, jika memungkinkan, dikembangkan menjadi kegiatan produktif bernilai ekonomi.
“Pembinaan harus menghasilkan keterampilan yang nyata. Jangan hanya menjadi aktivitas di dalam lapas, tetapi harus menjadi bekal bagi warga binaan untuk mandiri setelah kembali ke masyarakat,” kata Herman.
Di Lapas Kelas IIA Palu, Herman dan Hendro meninjau program bimbingan kerja meubelair serta sejumlah produk hasil pembinaan, di antaranya keripik pisang dengan berbagai varian dan bawang goreng.
Kepala Lapas Palu Makmur mengatakan pihaknya terus mengembangkan program pembinaan yang dapat meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus memiliki peluang untuk dipasarkan.
“Kami terus mendorong pembinaan yang produktif, baik melalui keterampilan kerja maupun pengembangan produk agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas,” ujar Makmur.
Selain program pembinaan, peninjauan di Lapas Palu juga mencakup dapur dan area pengamanan. Herman dan Hendro berdialog dengan petugas untuk melihat pelaksanaan tugas serta kondisi pelayanan secara langsung.
Sementara di Rutan Kelas IIA Palu, peninjauan difokuskan antara lain pada pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan, khususnya pengelolaan makanan. Rombongan melihat kondisi dapur, proses pengolahan bahan makanan, ruang penyimpanan yang dilengkapi fasilitas pendingin, hingga penyajian makanan.
Herman menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan secara konsisten, termasuk memastikan kebutuhan dasar warga binaan terpenuhi sesuai standar.
“Kami ingin memastikan pelayanan berjalan sesuai standar, kebutuhan dasar terpenuhi, dan pembinaan terus memberikan manfaat. Apa yang sudah baik harus dipertahankan, sementara yang masih kurang harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Hendro mengapresiasi kondisi dapur Rutan Palu yang dinilai bersih. Namun, ia mengingatkan agar standar kebersihan dan pelayanan tersebut tidak hanya diterapkan ketika dilakukan pemeriksaan atau kunjungan.
“Yang terpenting bukan hanya terlihat baik saat dilakukan pemeriksaan, tetapi standar pelayanan harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Kebersihan, pengelolaan makanan, keamanan dan pelayanan harus dijaga secara konsisten,” kata Hendro.
Selain dapur, rombongan meninjau Wartelsus sebagai sarana komunikasi warga binaan dengan keluarga, ruang pangkas rambut sebagai bagian dari pembinaan keterampilan, serta blok hunian. Hendro dan Herman juga berdialog langsung dengan sejumlah warga binaan.
Hendro menilai kualitas pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi sarana dan prasarana, tetapi juga oleh konsistensi pelayanan, kedisiplinan petugas, aspek keamanan, serta keberhasilan program pembinaan dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Palu Wachid Kurniawan Budi Santoso mengatakan, berbagai masukan yang disampaikan dalam peninjauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.
“Kami akan terus menjaga kualitas layanan dan menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar maupun pembinaan warga binaan,” kata Wachid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....