Penerbangan Langsung Palu–Guangzhou Dibuka, Perkuat Konektivitas Sulteng

  • 07 Agt 2026 09:09 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Bandara Internasional Mutiara Sis-Aljufri Palu resmi melayani penerbangan internasional perdana pada Kamis, 6 Agustus 2026. Penerbangan langsung rute Palu–Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yang dioperasikan Garuda Indonesia menjadi tonggak baru bagi konektivitas udara Sulawesi Tengah ke pasar global.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Menurutnya, potensi industri, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga berbagai komoditas unggulan daerah membutuhkan akses transportasi udara yang cepat dan efisien menuju pasar internasional.

“Melalui penerbangan langsung ini, waktu perjalanan menuju salah satu pusat perdagangan dan manufaktur terbesar di China dan Asia dapat dipersingkat. Konektivitas ini diharapkan memperlancar mobilitas pelaku usaha, masyarakat, serta membuka akses pasar yang lebih luas,” kata Thomas.

Dia mengatakan, penerbangan charter tersebut juga menjadi bagian dari transformasi bisnis Garuda Indonesia melalui pengembangan model bisnis yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan pasar.

“Bisnis charter menjadi salah satu peluang bagi Garuda karena kami mengoptimalkannya sebagai pelengkap bisnis penerbangan berjadwal. Ini bukan ekspansi demi ekspansi, tetapi pertumbuhan yang didukung pasar yang jelas dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan,” ujarnya.

Thomas menambahkan, untuk rute perdana Palu–Guangzhou dilayani menggunakan pesawat Boeing 737-800NG dengan jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional Mutiara Sis-Aljufri Palu pukul 20.20 Wita dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun pukul 01.20 waktu setempat.

Ia berharap pembukaan rute tersebut menjadi awal dari pengembangan konektivitas internasional yang lebih luas.

“Bagi Garuda Indonesia, konektivitas bukan hanya menghubungkan dua kota, tetapi mempertemukan potensi daerah dengan peluang pasar dunia serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut penerbangan internasional perdana tersebut sebagai sejarah baru bagi Sulawesi Tengah setelah Bandara Internasional Mutiara Sis-Aljufri kembali berstatus bandara internasional.

“Ini merupakan sejarah baru bagi Sulawesi Tengah. Bandara kita akhirnya melayani penerbangan internasional perdana setelah hampir setahun ditetapkan kembali sebagai bandara internasional,” ujar Anwar.

Dia mengungkapkan, penerbangan perdana tersebut mengangkut 157 penumpang dan seluruh kursi terisi penuh. Bahkan, menurutnya, jadwal penerbangan untuk sepekan ke depan juga telah habis terpesan.

Anwar optimistis terbukanya penerbangan internasional akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, hingga bisnis di Sulawesi Tengah.

“Kami berharap penerbangan internasional ini bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Selain Garuda Indonesia, Anwar mengatakan kedepannya maskapai China Southern Airlines dijadwalkan mulai melayani penerbangan langsung dari Guangzhou menuju Palu. Sementara Sriwijaya Air juga tengah mempersiapkan layanan penerbangan umrah melalui rute Palu–Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan ke Jeddah.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus meningkatkan fasilitas Bandara Internasional Mutiara Sis-Aljufri agar mampu memberikan layanan yang semakin nyaman bagi penumpang serta mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....