Kadin Parimo Jajaki Ekspor Durian Segar dan Manggis ke Pasar China

  • 01 Agt 2026 14:35 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menjajaki peluang ekspor durian segar dan manggis ke Pasar Induk Buah Fuzhou di Kota Nantong, Tiongkok. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar komoditas hortikultura unggulan Sulawesi Tengah ke pasar internasional.

Ketua Kadin Parimo Faradiba Zaenong mengatakan, penjajakan itu dilakukan melalui pertemuan dengan Fuzhou Fruit Industry Chamber of Commerce di Tiongkok pada Rabu, 29 Juli 2026.

"Langkah ini memperluas pasar produk unggulan lokal beredar di luar negeri, terutama pasar Tiongkok,” kata Faradiba saat dihubungi dari Palu, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurutnya, pembahasan difokuskan pada peluang pemasaran durian segar. Saat ini Indonesia baru mengekspor durian ke Tiongkok dalam bentuk beku (frozen), sementara pasar buah Fuzhou memiliki permintaan yang cukup tinggi terhadap durian segar.

Faradiba berharap, apabila protokol ekspor durian segar Indonesia ke Tiongkok telah diberlakukan, maka Sulawesi Tengah telah siap menjadi salah satu daerah pemasok.

“Kami berharap apabila protokol ekspor durian segar Indonesia ke Tiongkok telah dibuka, maka durian segar dapat menjadi salah satu komoditas yang dipasarkan langsung di pasar induk buah Fuzhou dan Sulawesi Tengah telah siap secara produk,” ujarnya.

Ia menilai peluang tersebut akan meningkatkan daya saing komoditas hortikultura sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha di daerah.

Selain durian, pertemuan itu juga membahas potensi ekspor manggis asal Sulawesi Tengah. Meskipun manggis Indonesia telah memiliki akses ke pasar Tiongkok, komoditas dari Sulawesi Tengah hingga kini belum masuk ke jaringan distribusi Pasar Induk Buah Fuzhou.

Kedua belah pihak juga mendiskusikan berbagai aspek teknis dan komersial, mulai dari mekanisme distribusi, jalur logistik, standar operasional, persyaratan mutu, sistem pengemasan, hingga standar ekspor yang harus dipenuhi agar produk hortikultura Sulawesi Tengah dapat diterima di pasar tersebut.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memahami langsung kebutuhan pasar Fuzhou. Seluruh persyaratan teknis, standar kualitas, dan mekanisme distribusi dapat dipersiapkan sejak dini sehingga ketika peluang itu terbuka, Sulawesi Tengah telah siap menjadi salah satu daerah pemasok buah berkualitas,” tutur Faradiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....