Ancaman Kekerasan Mengintai, PKPA Sulteng Dorong Perlindungan Anak di Ruang Siber

  • 24 Jul 2026 06:34 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Ruang digital yang saat ini hadir sebagai salah satu wadah utama berinteraksi saat ini menyimpan celah potensi kekerasan anak. Maraknya kasus kekerasan berbasis siber saat ini disebut menjadi ancaman nayata bagi tumbuh kembang generasi muda.

Koordinator Area Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sulawesi Tengah, Rezky Amelia, menyebut hingga saat ini banyak ditemui kekerasan terhadap anak yang terjadi di ranah daring. Kondisi ini dinilai semakin memprihatinkan, arena anak-anak kerap tidak diberikan kesempatan untuk bersuara.

"Kami berharap tidak ada kekerasan di ranah daring. Namun pada kenyataannya banyak sekali kasus kekerasan yang ditemukan di ruang digital. Maka dari itu, ancaman kekerasan di ranah daring seharusya menjadi PR kita bersama, karena kita tidak bisa menekan lajunya era digitalisasi saat ini," ujar Rezky saat ditemui di sela kegiatan Puncak Hari Anak Nasional 2026 Kota Palu di Gedung Mary Glow, Kamis 23 Juli 2026.

Untuk itu, dirinya mendorong seluruh pihak untuk bersinergi guna menciptakan ruang yang aman untuk anak. Langkah ini diwujudkan melalui tiga pilar pilar perlindungan, diantaranya pelatihan untuk aktor pemenuhan hak anak dan ketersediaan regulasi perlindungan.

"Kami berharap aktor perlindungan anak itu melek bahwa mereka punya tugas dan tanggung jawab untuk memastikan anak-anak itu bebas di ranah daring, di luar jaringan dan bisa menggunakan media sosial dengana aman," tambahnya.

Di samping itu, Rezky juga menekankan pentingnya pemberdayaan kelompok anak secara berkesinambungan. Edukasi berkala dinilai penting untuk diberikan kepada para pendamping, mulai dari orang tua, tenaga pendidik, hingga masyarakat luas.

Penguatan ini juga menjadi salah satu fokus utama program perlindungan anak yang dijalankan PKPA Sulawesi Tengah hingga 2028 mendatang. Rangkaian strategi telah disiapkan untuk tiga tahun ke depan guna menjamin keamanan anak dalam beraktivitas di media sosial.

"Kami memiliki beberapa program seperti pelatihan, seminar, konsultasi anak, talkshow, dan campaign yang memang concern terhadap perlindungan anak. Jadi memang kami adalah lembaga yang sangat terbuka untuk menyediakan ruang-ruang aman untuk anak-anak," tutur Rezky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....