DP3A Kota Palu Perkuat Kolaborasi Tangani Anak Jalanan dan Cegah Eksploitasi Anak
- 23 Jul 2026 17:52 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani keberadaan anak jalanan maupun anak yang diduga menjadi korban eksploitasi untuk mengemis di sejumlah ruang publik, seperti kawasan Taman Vatulemo, Kampung Nelayan, hingga sejumlah titik keramaian lainnya di Kota Palu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, dr. Royke Abraham, M.A.P., mengatakan penanganan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya.
Menurut Royke, seluruh tindakan di lapangan harus mengedepankan pendekatan yang humanis dan tetap memperhatikan hak-hak anak sebagai prioritas utama. Anak-anak yang ditemukan mengamen, mengemis, atau diduga dipekerjakan secara ilegal tidak boleh diperlakukan semata sebagai pelanggar ketertiban, melainkan sebagai anak yang harus mendapatkan perlindungan.
"Anak-anak yang berada di jalan atau dipekerjakan secara ilegal harus ditangani secara bijaksana. Mereka tetap memiliki hak yang wajib dipenuhi dan dilindungi," katanya seusai acara peringatan HAN 2026 di LPKA Palu, Kamis 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan, selama ini Pemerintah Kota Palu terus membangun kerja sama lintas sektor untuk mencari solusi terbaik, baik melalui pembinaan, pemenuhan hak pendidikan, pendampingan keluarga, maupun upaya meningkatkan kesejahteraan agar anak-anak tidak kembali ke jalan.
Royke menuturkan, penanganan anak jalanan tidak cukup dilakukan melalui penertiban di kawasan Taman Vatulemo, Kampung Nelayan, maupun titik-titik keramaian lainnya. Menurutnya, diperlukan langkah yang lebih komprehensif dengan menyentuh akar persoalan, termasuk kondisi ekonomi keluarga dan keberlanjutan pendidikan anak.
"Selama ini kami terus berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memberikan solusi, baik terhadap pendidikan maupun keberlangsungan hidup mereka. Yang terpenting adalah bagaimana hak-hak anak tetap terpenuhi," ujarnya.
Ia menambahkan, upaya kolaboratif yang selama ini dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah akan terus memperkuat sinergi antarinstansi agar eksploitasi terhadap anak dapat dicegah, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh, belajar, dan berkembang di lingkungan yang aman serta layak.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap keberadaan anak-anak yang mengamen maupun mengemis di ruang-ruang publik dapat terus berkurang, seiring meningkatnya perlindungan, pendampingan, dan akses pendidikan bagi mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....