Perkuat Integritas, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Tinjau Lapas Ampana dan Rutan Poso

  • 23 Jul 2026 04:15 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng), Herman Mulawarman, melakukan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal). Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana pada Senin 20 Juli 2026 dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso pada Selasa 21 Juli 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil meninjau langsung blok hunian, dapur, area ketahanan pangan, hingga kesiapan petugas lapangan. Ia juga memberikan evaluasi sekaligus penguatan terhadap implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai pedoman pelaksanaan kerja.

Herman menuturkan, budaya kerja Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA) harus menjadi karakter setiap insan pemasyarakatan. Penerapan nilai tersebut menjadi modal utama dalam merespons dinamika tugas yang kian kompleks.

"Budaya kerja PRIMA bukan sekadar slogan. Nilai itu harus tercermin dalam setiap pelayanan, pengamanan, pembinaan, hingga pengambilan keputusan. Organisasi akan semakin kuat apabila seluruh pegawai memiliki etos kerja yang profesional, berintegritas, responsif, inovatif, dan mampu bekerja sama," ucap Herman dalam keterangannya.

Ia juga menekankan bahwa deteksi dini merupakan strategi utama mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Oleh sebab itu, seluruh jajaran diinstruksikan untuk tidak memberi toleransi terhadap praktik penyalahgunaan narkoba, penyelewengan telepon genggam, hingga pungutan liar.

"Jangan pernah menjadi bagian dari pelanggaran, apalagi menjadi penggeraknya. Siapa pun yang terbukti terlibat narkoba, HP ilegal, pungli, maupun praktik lain yang mencederai integritas institusi akan ditindak tegas sesuai ketentuan. Integritas adalah harga mati," tambahnya.

Saat peninjauan ke dapur, Herman menginstruksikan petugas untuk memastikan kebersihan area pengolahan serta pengawasan mutu makanan tetap terjaga. Penerapan menu siklus 10 hari dinilai sangat penting demi menjamin hak seluruh warga binaan atas konsumsi yang layak dan bergizi.

Momentum peninjauan tersebut turut dimanfaatkan dengan dialog langsung bersama para warga binaan di dalam area blok hunian. Pendekatan persuasif dan komunikasi dua arah ini diterapkan sebagai langkah deteksi dini guna menciptakan kondusivitas di dalam rutan maupun lapas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....