Kakanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Kemandirian Pangan Lapas Ampana
- 23 Jul 2026 04:15 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Ampana - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng), Herman Mulawarman, mengapresiasi pengembangan program ketahanan pangan yang berjalan di Lapas Kelas IIB Ampana. Pengembangan budidaya tanaman produktif tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan secara konsisten dan berkelanjutan.
Hal tersebut diungkapkan seusai melakukan kegiatan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal), Senin 20 Juli 2026. Dalam inspeksi tersebut, meninjau langsung blok hunian, dapur, area ketahanan pangan, hingga kesiapan petugas lapangan.
"Ketahanan pangan harus terus dioptimalkan. Tidak harus menunggu lahan yang luas, tetapi bagaimana memanfaatkan setiap potensi yang ada agar memberikan manfaat bagi pembinaan warga binaan sekaligus mendukung program pemerintah," ujar Herman.
Selain program pangan, ia juga menekankan pentingnya penerapan budaya kerja Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA). Seluruh petugas diimbau untuk tidak memberi toleransi sedikit pun terhadap praktik penyalahgunaan narkoba, penyelewengan telepon genggam, maupun pungutan liar.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah menyatakan kesiapan seluruh jajarannya dalam menindaklanjuti arahan yang diberikan. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan budaya kerja PRIMA, peningkatan deteksi dini gangguan keamanan, serta optimalisasi kualitas pelayanan publik.
"Kami berkomitmen menjaga marwah organisasi melalui pelayanan yang profesional, pengamanan yang optimal, serta pelaksanaan tugas yang berintegritas sesuai kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," ujar Febriansyah dalam keterangannya.
Kegiatan Bintorwasdal ini menjadi bagian dari upaya Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam menjaga kualitas layanan pemasyarakatan. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat budaya kerja pegawai, mengoptimalkan deteksi dini gangguan keamanan, serta meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....