Ditjenpas Sulteng Tekankan Budaya Kerja PRIMA dan Penguatan Deteksi Dini
- 22 Jul 2026 12:54 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) menekankan penguatan budaya kerja PRIMA serta peningkatan deteksi dini sebagai langkah utama menjaga keamanan, ketertiban, dan kualitas pelayanan di seluruh unit pemasyarakatan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, saat melaksanakan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso.
Dalam arahannya, Herman menegaskan budaya kerja PRIMA yang meliputi Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel harus menjadi karakter setiap insan pemasyarakatan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Budaya kerja PRIMA bukan sekadar slogan. Nilai itu harus tercermin dalam setiap pelayanan, pengamanan, pembinaan, hingga pengambilan keputusan. Organisasi akan semakin kuat apabila seluruh pegawai memiliki etos kerja yang profesional, berintegritas, responsif, inovatif, dan mampu bekerja sama,” kata Herman di Palu, Rabu, 22 Juli 2026.
Selain penguatan budaya kerja, Herman menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah preventif untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas maupun rutan. Seluruh petugas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi pelanggaran, seperti penyalahgunaan narkotika, peredaran telepon genggam ilegal, pungutan liar, hingga praktik love scamming.
“Jangan pernah menjadi bagian dari pelanggaran, apalagi menjadi penggeraknya. Siapa pun yang terbukti terlibat narkoba, HP ilegal, pungli, maupun praktik lain yang mencederai integritas institusi akan ditindak tegas sesuai ketentuan. Integritas adalah harga mati,” ujarnya.
Selama kunjungan di Lapas Ampana, Herman juga meninjau blok hunian, dapur, area ketahanan pangan, serta pelaksanaan tugas petugas di lapangan. Ia mengingatkan agar kualitas layanan kepada warga binaan terus ditingkatkan, termasuk memastikan kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, dan pelaksanaan menu makanan sesuai standar.
Menurutnya, pendekatan yang humanis antara petugas dan warga binaan juga menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Di bidang pembinaan, Herman mengapresiasi pengembangan program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Ampana. Ia mendorong seluruh satuan kerja memanfaatkan potensi yang ada untuk mendukung pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, dalam kunjungan ke Rutan Kelas IIB Poso, Herman menekankan pentingnya menjaga predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan yang konsisten, dan penguatan integritas seluruh pegawai.
“Predikat WBK harus dibuktikan melalui kinerja yang konsisten. Pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan harus terus ditingkatkan, pengawasan diperkuat, serta integritas seluruh jajaran harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya.
Ia juga mendorong seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi, memahami regulasi, serta beradaptasi dengan sistem kerja berbasis digital guna mendukung pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional.
Kepala Lapas Kelas IIB Ampana dan Kepala Rutan Kelas IIB Poso menyatakan siap menindaklanjuti seluruh arahan Kanwil Ditjenpas Sulteng dengan memperkuat budaya kerja PRIMA, meningkatkan deteksi dini, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan warga binaan.
Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan adaptif, sehingga mampu menghadirkan layanan yang aman, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....