Target Indonesia Emas 2045, Desa Bale Bangun Kebun Bebas Stunting

  • 18 Jul 2026 10:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Pemerintah Desa Bale, Kabupaten Donggala bersama civitas akademika Universitas Tadulako berkomitmen penuh menyukseskan agenda nasional penurunan angka stunting. Komitmen jangka panjang tersebut diwujudkan secara nyata lewat pembentukan "Kebun Bebas Stunting" yang kini dibangun secara mandiri dan tersebar di lima dusun wilayah tersebut.

Pembangunan kebun komunal ini didasari oleh kesadaran akan pentingnya kedaulatan pangan di tingkat keluarga. Stunting bukan sekadar masalah kesehatan instan yang bisa selesai dengan pembagian biskuit suplemen, melainkan masalah pemenuhan gizi makro dan mikro yang harus tersedia secara konsisten di meja makan setiap harinya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (Himaski) Untad, Fahraulia Putri Larama, menyebutkan kebun-kebun komunal ini ditanami aneka sayuran segar berkadar zat besi tinggi, buah-buahan, dan Tanaman Obat Keluarga (Toga). Pengelolaan kebun dilakukan secara gotong royong oleh ibu-ibu PKK dan kader kesehatan desa dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar permukiman.

"Target utama kami tentu untuk menurunkan bahkan menghilangkan angka stunting di Desa Bale. Kami berharap program kebun bebas stunting dan modul edukasi ini bukan cuma jangka pendek 4 bulan, tapi akan tetap terus digunakan oleh masyarakat setempat," tegas Fahra.

Hasil panen dari kebun bebas stunting di setiap dusun ini nantinya akan diprioritaskan untuk menyuplai kebutuhan dapur rumah tangga yang memiliki anak balita terindikasi stunting serta ibu hamil. Dengan demikian, warga desa tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli sayuran segar di pasar luar daerah.

Upaya penyelamatan gizi ini difokuskan penuh pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Pemenuhan gizi seimbang dari hasil kebun organik ini diharapkan mampu memaksimalkan perkembangan sel otak anak desa agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas.

Program SmartEdu-NutriChem ini juga menyelaraskan gerakannya dengan visi besar nasional, yaitu mewujudkan generasi tangguh menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Penurunan angka stunting secara masif menjadi syarat mutlak agar bonus demografi yang dimiliki Indonesia di masa depan diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

Dosen pendamping, Dr. Kasmudin Mustapa, M.Pd., mengingatkan bahwa penanganan stunting adalah investasi jangka panjang yang krusial untuk menyelamatkan aspek kognitif anak bangsa, dan hal ini memerlukan keterlibatan aktif semua pihak secara terpadu.

"Masalah stunting ini bukan urusan mahasiswa saja, tapi seluruh elemen termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan media harus terlibat," pungkas Kasmudin.

Kerja keras menanam sayur organik hari ini di Desa Bale adalah langkah nyata menanam harapan besar bagi lahirnya pemimpin-pemimpin cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi dari pelosok Sulawesi Tengah di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....