Lapas Perempuan Tekankan Peran Ibu dalam Perlindungan Anak HAN 2026
- 24 Jul 2026 21:06 WIB
- Palu
RRI. CO. ID, Sigi– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Upacara Lapas Perempuan Kelas III Palu, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, sekaligus mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membangun masa depan generasi bangsa.
Upacara diikuti pejabat struktural, pegawai, serta warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kepala Urusan Tata Usaha, Famdi, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, Menteri PPPA menegaskan bahwa Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memastikan setiap anak memperoleh hak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak).
"Mari kita pastikan semangat ini bergema dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas hingga ruang digital, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya. Karena ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045," demikian amanat Menteri PPPA yang dibacakan Famdi.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Perempuan Kelas III Palu, Ria Patricia, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi pengingat pentingnya pembinaan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, terutama bagi warga binaan yang berstatus sebagai ibu.
"Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang, perlindungan, dan masa depan yang baik. Pembinaan di Lapas Perempuan Palu juga diarahkan agar warga binaan mampu memperbaiki diri, memperkuat peran mereka sebagai orang tua, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai positif bagi keluarga, khususnya bagi anak-anak mereka," ujar Ria Patricia.
Menurutnya, program pembinaan di Lapas Perempuan Kelas III Palu tidak hanya menitikberatkan pada pembentukan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga membangun kesadaran warga binaan mengenai pentingnya pola asuh yang baik agar setelah bebas mereka mampu kembali menjalankan perannya dalam keluarga secara lebih bertanggung jawab.
Melalui tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Lapas Perempuan Kelas III Palu berharap semangat perlindungan anak terus tertanam di lingkungan pemasyarakatan dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....