Rektor Untad Tegaskan Perguruan Tinggi Berperan Menyiapkan Indonesia Emas 2045
- 24 Jul 2026 06:28 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Memperingati Hari Kependudukan Sedunia Tahun 2026, Universitas Tadulako (Untad) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Seminar Kependudukan Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Generasi Muda Hari Ini dan untuk Masa Depan” ini berlangsung secara daring, Selasa 21 Juli 2026.
Seminar tersebut turut menghadirkan Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), hingga generasi muda yang memiliki perhatian terhadap isu kependudukan.
Dalam pemaparannya, Prof. Amar menyampaikan bahwa bonus demografi merupakan momentum strategis yang membutuhkan kesiapan kualitas generasi muda. Pemanfaatan peluang tersebut dinilai sangat bergantung pada penguatan sektor pendidikan, penguasaan kompetensi, serta kemampuan beradaptasi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Ia juga menyoroti transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan yang dinilai menjadi tantangan utama yang memengaruhi struktur dunia kerja serta dinamika sosial saat ini. Oleh karena itu, generasi muda didorong untuk terus mengasah literasi digital dan memperkuat karakter diri agar tetap berdaya saing di tengah perubahan zaman.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Amar menegaskan peran strategis perguruan tinggi memiliki dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga sebagai Center of Excellence, Innovation Hub, Community Development Center, Entrepreneurial University, serta Research University.
"Perguruan tinggi dituntut mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, melahirkan inovasi yang bermanfaat, memberdayakan masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan," ucapnya.
Terkait perkembangan AI, Prof. Amar menilai bahwa teknologi tersebut membuka berbagai peluang di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga tata kelola pemerintahan. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek etika dalam pemanfaatan teknologi, perlindungan data, serta kesiapan sumber daya manusia agar mampu mengikuti perubahan yang berlangsung semakin cepat.
“AI tidak menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu memanfaatkan AI yang akan lebih siap menghadapi perubahan ke depan,” ujarnya.
Prof. Amar mengajak seluruh pemangku kepentingan dan generasi muda untuk mentransformasikan harapan menjadi aksi nyata demi kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa aspirasi pemuda harus diwujudkan melalui inovasi dan prestasi berkelanjutan, bukan sekadar berhenti sebagai impian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....