Komisi III DPRD Sulteng Apresiasi Pelaksanaan Environmental Fest 2026

  • 27 Jun 2026 10:25 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Dandy Adhi Prabowo, mengapresiasi pelaksanaan Environmental Fest 2026 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan Dandy usai pembukaan Enviromental Fest di halaman Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat, 26 Juni 2026 malam.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Dandy mengatakan, penyelenggaraan Environmental Fest patut diapresiasi karena mampu dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui dukungan para pelaku usaha.

"Kami dari DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Komisi III, mengapresiasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup yang mampu menyelenggarakan Environmental Fest tanpa menggunakan dana APBD. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ini menjadi contoh kolaborasi yang sangat baik," ujarnya.

Ia berharap Environmental Fest dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.

"Environmental Fest diharapkan menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim demi masa depan Sulawesi Tengah yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Sulawesi Tengah, Wahid Irawan, menjelaskan Environmental Fest merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang berlangsung sepanjang 1 hingga 30 Juni. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, DPRD, akademisi, serta dunia usaha.

"Kegiatan ini merupakan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Rangkaian kegiatannya telah dimulai sejak 1 Juni dan akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang. Kami mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi, DPRD, akademisi, serta para pelaku usaha," ujarnya.

Menurut Wahid, pelaksanaan Environmental Fest sepenuhnya merupakan inisiatif para pelaku usaha tanpa menggunakan APBD. Selain mendukung penyelenggaraan kegiatan, para pelaku usaha juga menggalang dana bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

"Seluruh kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif para pelaku usaha yang memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Tidak menggunakan APBD. Bahkan setelah terjadinya bencana gempa beberapa waktu lalu, mereka juga berinisiatif menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak," ucapnya.

Ia menambahkan, Environmental Fest menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim. Selama pelaksanaannya, masyarakat juga disuguhkan berbagai kegiatan edukatif, pameran lingkungan, serta kampanye pelestarian lingkungan yang berlangsung hingga 28 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....