DLH Sulteng Gelar Environmental Fest II Jadi Aksi Nyata Peduli Lingkungan
- 27 Jun 2026 10:20 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaksanakan pembukaan Environmental Fest II Tahun 2026 di halaman Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat, 26 Juni 2026 malam. Kegiatan yang berlangsung selama 26 hingga 28 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim."
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gimba oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir jajaran organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, komunitas lingkungan, pelajar, serta masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah, Wahid Irawan, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak hanya dipusatkan pada 5 Juni. Sesuai dengan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup, peringatan tahunan tersebut dilaksanakan sepanjang 1 hingga 30 Juni 2026 sebagai Bulan Aksi Lingkungan Hidup.
"Tahun ini kami mengusung tema Saatnya Bekerja untuk Iklim, sebuah seruan yang mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil tindakan nyata dalam menghadapi perubahan iklim yang dampaknya semakin hari semakin kita rasakan," ujarnya.
Wahid menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Di antaranya aksi bersih-bersih pantai yang berhasil mengangkut hampir tiga truk sampah di kawasan Pantai Talise, penanaman mangrove di Layana, hingga pelaksanaan Environmental Fest II.
"Melalui Environmental Fest ini kami menampilkan berbagai praktik baik pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan perusahaan-perusahaan di Sulawesi Tengah sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat," katanya.
Ia menegaskan, pelaksanaan Environmental Fest II sepenuhnya merupakan hasil kolaborasi dengan dunia usaha tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Kegiatan ini murni merupakan inisiatif para pelaku usaha dan tidak sedikit pun menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Tengah," ucap Wahid.
Selain mendukung kegiatan lingkungan, para pelaku usaha juga menggalang donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Menurut Wahid, Environmental Fest juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
"Program-program pemerintah mendorong terwujudnya tata kelola lingkungan yang lebih baik, peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan ekonomi hijau, serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab," ucapnya.
Ia menambahkan, Environmental Fest bukan sekadar pameran, melainkan menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan inovasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
"Environmental Fest menjadi gerakan bersama yang bukan hanya milik Dinas Lingkungan Hidup, tetapi milik seluruh masyarakat Sulawesi Tengah," ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pameran perusahaan berwawasan lingkungan, lomba mewarnai, cerdas cermat tingkat SMA, edukasi perubahan iklim, pendampingan pengisian dokumen Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), lomba kreatif bertema lingkungan, fun run 5 kilometer, hingga penampilan artis nasional pada malam penutupan, 28 Juni 2026.
Wahid berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, komunitas, hingga dunia usaha.
"Semoga semangat kolaborasi dan gotong royong ini terus terjaga untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang bersih, hijau, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan. Saatnya kita bekerja untuk iklim," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....