Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Sulteng Gelar Aksi Bersih Pantai

  • 06 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan aksi bersih-bersih dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Aksi bersih-bersih tersebut dilaksanakan di kawasan pantai kampung Nelayan, Kelurahan Talise, Sabtu, 6 Juni 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pukul 06:00 Wita, ratusan masyarakat dari berbagai kelompok mulai mengumpulkan sampah di sepanjang pantai kampung nelayan. Hingga pukul 09:00 Wita masyarakat berhasil mengumpulkan kurang lebih 3 truk sampah yang langsung diantarkan ke TPA Kawatuna.

Kegiatan tersebut melibatkan ratusan masyarakat yang terbagi dari pemerhati lingkungan, siswa-siswi dari sekolah Adiwiyata, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah, serta masyarakat umum. Selain itu sejumlah OPD di lingkup Pemerintah Kota Palu bersama personel Padat Karya dari sejumlah kelurahan turut terlibat dalam aksi bersih-bersih tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah, Wahid Irawan menjelaskan, aksi bersih-bersih ini merupakan hasil tindak lanjut dari arahan Menteri Lingkungan Hidup RI terkait puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Seduinia yang tahun ini mengusung tema Saatnya Bekerja Untuk Iklim. Tema tersebut kemudian diselaraskan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yakni Berani Bekerja Untuk Menjaga Iklim Sulawesi Tengah.

“Pagi ini kita melaksanakan puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Lingkungan Hidup Sedunia,” ucap Wahid.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Sulawesi Tengah juga dirangkaikan dengan teleconference berama Presiden RI, hingga penanaman pohon yang berkolaborasi bersama DLH Kota Palu. Selain kegiatan peduli lingkungan, DLH Sulawesi Tengah juga merencanakan akan melaksanakan berbagai kegiatan lain, diantaranya cerdas cermat tingkat SMA/SMK, lomba melukis, dan kegiatan Fun Run.

Menurutnya kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah. Melalui pemilahan sampah tersebut menurutnya memberikan efek jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan untuk generasi penerus bangsa.

“Kita harus menjaga lingkungan ini, agar anak-anak kita ke depan tetap bisa memelihara lingkungan kita dan menikmati lingkungan yang kita lagi rasakan saat ini,” ucapnya.

Selain menggalakkan pemilahan sampah dari rumah, pihak Wahid juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah sederhana dalam menjaga iklim, salah satunya dengan tidak membakar sampah. Praktik pembakaran sampah di ruang terbuka dinilai berkontribusi besar terhadap pelepasan emisi gas yang menimbulkan efek gas rumah kaca dan merusak iklim.

“Langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga iklim agar tetap terjaga dengan baik adalah tidak membakar sampah, karena pembakaran itu menimbulkan efek gas rumah kaca yang merusak iklim kita.” ucap Kepala DLH Sulteng.

Wahid menjelaskan, kawasan pesisir Kampung Nelayan dipilih sebagai lokasi utama aksi karena menjadi pusat aktivitas warga Kota Palu setiap akhir pekan. Tingginya kunjungan masyarakat di sepanjang garis pantai tersebut berpotensi memicu lonjakan timbulan sampah, khususnya jenis sampah plastik yang kini tengah diedukasi pengurangannya.

“Keterlibatan seluruh elemen masyarakat bersama pemangku kepentingan dalam kolaborasi ini diharapkan bisa mengedukasi warga bagaimana memelihara lingkungan dengan baik,” ujar Wahid.

Berdasarkan surat edaran dari kementerian terkait, seluruh rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat provinsi ini akan terus bergulir selama sebulan penuh, mulai tanggal 1 hingga 30 Juni 2026. Rangkaian kegiatan tersebut nantinya akan ditutup dengan agenda pameran lingkungan hidup yang dijadwalkan pada akhir bulan nanti.

“Insya Allah kita akan laksanakan pameran pada tanggal dua puluh delapan Juni dua ribu dua puluh enam yang melibatkan sekolah-sekolah Adiwiyata, pemerhati, serta penggiat lingkungan. Kegiatan ini juga disponsori oleh beberapa perusahaan peserta Proper di Sulawesi Tengah, yang tentunya berguna untuk bagaimana mengedukasi masyarakat,” ucap Wahid.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....