Jaga Kualitas Iklim Daerah, DLH Sulteng Dorong Masyarakat Tidak Membakar Sampah
- 06 Jun 2026 12:20 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Tengah, Wahid Irawan mendorong masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi dampak perubahan iklim yang menjadi fokus utama peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Hal itu disampaikan Wahid saat kegiatan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan Pantai Kampung Nelayan, Kota Palu, Sabtu, 6 Juni 2026. Wahid mengatakan, pembakaran sampah menghasilkan emisi gas rumah kaca yang dapat memperburuk perubahan iklim.
Karena itu, masyarakat diimbau mulai menerapkan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan melalui pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
"Langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah tidak membakar sampah. Pembakaran sampah menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Karena itu, sampah perlu dipilah agar dapat dikelola dengan baik," ujarnya.
Menurut Wahid, menjaga lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi aktivitas yang berpotensi merusak kualitas udara.
Masyarakat juga diajak untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah sehingga dapat dipilah mana yang dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Sementara untuk sampah yang tidak dapat didaur ulang agar disalurkan ke tempat pembuangan akhir.
"Sampah yang ada itu dipilah, mana yang masih bisa dimanfaatkan, mana yang akan disalurkan untuk di TPA," ucap Wahid.
Selain aksi bersih pantai dan pemilahan sampah, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, seperti penanaman pohon, penanaman mangrove, lomba cerdas cermat lingkungan tingkat SMA dan SMK, hingga pameran lingkungan yang akan digelar pada akhir Juni 2026.
Wahid menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat edukasi mengenai pentingnya mitigasi perubahan iklim.
"Kami ingin mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang dinikmati anak cucu kita di masa mendatang," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, DLH Sulawesi Tengah bersama berbagai elemen masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di kawasan pesisir Pantai Kampung Nelayan. Dari hasil aksi bersih-bersih di kawasan tersebut, sekitar tiga truk sampah berhasil dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan akhir di Kelurahan Kawatuna.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Sulawesi Tengah akan berlangsung sepanjang Juni dengan melibatkan pemerintah daerah, sekolah Adiwiyata, komunitas lingkungan, serta berbagai pihak lainnya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....