BNPB Siap Bangun Huntara untuk Korban Gempa M 6,7 di Kabupaten Sigi

  • 22 Jun 2026 17:47 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera membangun Hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 di wilayah Kabupaten Sigi. Pembangunan huntara tersebut akan dimulai setelah pemerintah Kabupaten Sigi merampungkan data jumlah rumah warga yang mengalami rusak berat.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto saat ditemui di posko penanggulangan bencana, di Kota Palu, Senin, 22 Juni 2026 menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan desain bangunan huntara untuk warga terdampak gempa bumi. BNPB menyiapkan hunian berukuran 6 x 6 meter atau setara rumah tipe 36, serta dilengkapi dengan sarana sanitasi.

"Kami sudah menyiapkan sebenarnya konsep huntaranya kurang lebih ukurannya 6 * 6 cukup layak menurut kami termasuk nanti dilengkapi dengan sarana sanitasi atau toilet maupun MCK gitu juga ada," ucap Agus.

Ia menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu data warga yang berhak menerima huntara dari Pemkab Sigi. Data tersebut nantinya akan dijadikan sebagai dasar jumlah huntara yang akan dibangun serta titik lokasi pembangunannya.

"Kalaupun data itu siap hari ini, mungkin boleh besok itu sudah bisa kita instruksikan untuk mulai pembangunan," ucapnya.

Agus menambahkan, huntara tersebut rencananya akan dibangun di lahan milik masing-masing warga. Lokasi tersebut dipilih karena sebagian warga masih memiliki lahan yang cukup untuk mendirikan huntara, serta dekat dengan sumber mata pencaharian.

"Masing-masing rumah itu memiliki lahan yang cukup di pekarangannya sehingga salah satu opsinya adalah membangun huntarannya di dekat situ saja, dan mereka katanya juga mata pencahariannya di situ juga," ucapnya.

Saat ini warga yang rumahnya terdampak gempa bumi masih menempati tenda pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah. Agus memastikan BNPB akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan waktu aman bagi warga untuk bisa kembali menempati rumah mereka.

"Kami akan koordinasi dengan BMKG nanti akan disampaikan oleh pemerintah daerah, apakah yang rumahnya rusak sedang dan ringan dan sudah bisa kembali ke rumahnya nanti diarahkan untuk kembali," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....