Pemprov Sulteng Pastikan Layanan Air Bersih Warga Terdampak Gempa Terpenuhi

  • 22 Jun 2026 17:47 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi tetap terpenuhi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djalnggola saat konferensi pers virtual bersama tim gabungan penanganan gempa Pemprov Sulteng, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil pendataan awal, sedikitnya 368 sambungan rumah (SR) kehilangan akses air bersih akibat dampak gempa. Menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Tengah, pihaknya langsung melakukan langkah tanggap darurat sejak sehari setelah bencana terjadi.

"Kami mendapat tugas untuk menangani infrastruktur air minum. Saat terjadi bencana pada 16 Juni, kurang lebih 368 sambungan rumah tidak memiliki akses air bersih. Karena itu, sejak 17 Juni kami langsung bergerak melakukan penanganan darurat," ujarnya.

Andi menyebut, langkah pertama yang dilakukan adalah mengirim mobil tangki air bersih dan memasang hidran umum di Desa Kamarora A. Penanganan tersebut mendapat dukungan dari Balai Prasarana Strategis yang memiliki satuan kerja tanggap darurat lengkap dengan peralatan mobilisasi air bersih.

"Sejak 17 Juni kami menyalurkan air bersih melalui mobil tangki dan hidran umum di Desa Kamarora A. Dukungan dari Balai Prasarana Strategis sangat membantu percepatan layanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Selain distribusi air bersih, pemerintah juga membangun intake darurat di Kamarora A dengan dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS)Sulawesi III. Menurut Andi, enam hari pascagempa, akses air bersih sudah kembali melayani sekitar 150 sambungan rumah di desa Kamarora A.

Sementara itu di Desa Kamarora B, Pemprov Sulteng juga menyiapkan satu unit hidran umum dan menyiagakan mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga. Kadis Cikasda Sulteng itu memastikan sebanyak 137 sambungan rumah di Desa Kamarora B kini telah mendapatkan akses air bersih.

"Di Kamarora B kami juga memasang hidran umum dan menyediakan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Selain itu, sekitar 137 sambungan rumah sudah kembali mendapatkan akses air bersih," katanya.

Andi menegaskan percepatan pemulihan layanan dasar menjadi perhatian utama pemerintah pascabencana. Menurutnya, pengalaman penanganan bencana pada tahun 2018 menunjukkan bahwa keterlambatan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama air bersih, dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

"Perintah Bapak Gubernur sangat jelas, yakni memastikan percepatan layanan kepada masyarakat terdampak. Kami belajar dari pengalaman penanganan bencana sebelumnya bahwa layanan dasar seperti air bersih harus segera dipulihkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap langkah percepatan pemulihan infrastruktur air minum tersebut dapat membantu masyarakat terdampak gempa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Langkah cepat pemerintah ini juga sebagai upaya dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascagempa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....