Pascagempa M 6,7, Pemkot Palu Terapkan Pembelajaran Daring Bagi Siswa SD dan SMP
- 17 Jun 2026 21:46 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu menerapkan pembelajaran daring bagi siswa tingkat SD dan SMP selama dua hari pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya. Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, usai rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Rabu, 17 Juni 2026.
Hadianto menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendampingi anak-anak di tengah kondisi pascagempa yang masih menjadi perhatian masyarakat.
“Mulai hari ini untuk sementara anak-anak tidak masuk sekolah dulu. Nanti kita akan melakukan pembelajaran secara daring dan akan dipantau dalam dua hari ke depan untuk memastikan kondisi benar-benar siap sehingga aktivitas belajar dapat kembali berjalan normal,” katanya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Palu. Menurutnya, pendampingan orang tua sangat penting untuk membantu menjaga kondisi psikologis anak-anak setelah mengalami guncangan gempa yang cukup kuat.
“Anak-anak kita perlu mendapatkan pendampingan dari orang tua. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah sambil kita memastikan situasi tetap aman,” ujarnya.
Hadianto menegaskan, keputusan tersebut bukan karena adanya kerusakan berat pada fasilitas pendidikan, melainkan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gempa susulan serta memberikan rasa aman bagi siswa dan orang tua. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, tidak ditemukan kerusakan signifikan akibat gempa di wilayah Kota Palu.
“Alhamdulillah hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tidak ada kerusakan yang berat. Yang ada hanya kerusakan ringan dan masih dalam kategori wajar,” ucapnya.
Ia menyebut, Pemerintah Kota Palu akan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan aktivitas kegempaan serta menentukan langkah-langkah lanjutan terkait proses belajar mengajar.
Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.
“Yang terpenting saat ini masyarakat tetap tenang dan tidak termakan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....